in

Terdakwa Korupsi DJKA Akui Beri “Sleeping Fee” Muhammad Suryo Rp9,5 Miliar

Fee untuk Suryo lebih besar dari keuntungan pemenang lelang JGSS 6.

Dion Renato Sugiarto didakwa menyuap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Terdakwa Dion Renato Sugiarto mengungkap aliran dana korupsi proyek jalur kereta api pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Saat diperiksa sebagai terdakwa, Dion mengaku telah memberi sleeping fee kepada pengusaha asal Yogyakarta, Muhammad Suryo senilai Rp9,5 miliar melalui rekening istrinya, Anis Syarifah.

Fee terkait proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso (JGSS 6) itu diserahkan atas arahan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Semarang, Bernard Hasibuan.

Majelis hakim sempat heran dengan terdakwa yang rela memberi sleeping fee kepada orang yang tidak bekerja sama sekali. Padahal, fee tersebut nilainya lebih besar dibanding keuntungan yang terdakwa dapat dari jerih payah menggarap proyek.

“(Fee) untuk Suryo Rp9,5 miliar. Kalau keuntungan saya di proyek JGSS 6 sekitar 5 persen atau Rp7–8 miliar,” ujar terdakwa Dion di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (10/8/2023).

Diungkap Saksi Lain

Keterangan bahwa Komisaris PT Suryo Benton Precast Muhammad Suryo menerima fee Rp9,5 miliar bukan hanya diungkapkan terdakwa Dion. Keterangan serupa dinyatakan Direktur Prasarana DJKA Kemenhub Harno Trimadi.

Pada sidang sebelumnya, Harno Trimadi menyebut, uang Rp9,5 miliar untuk Suryo merupakan fee karena PT Calista Mulia Perkasa, perusahaan yang digunakan Suryo sudah mundur dalam pelelangan paket JGSS 6.

Paket JGSS 6 diploting untuk digarap oleh Suryo. Namun, terdapat persyaratan lelang yang tidak dapat dipenuhi, sehingga diaturlah PT Istana Putra Agung milik terdakwa Dion sebagai pemenang lelang.

Saat diperiksa sebagai saksi, Suryo membantah mengikuti lelang proyek JGSS 6 dengan pagu anggaran Rp164 miliar itu.

Namun, keterangan tersebut bertolak belakang dengan kesaksian Bernard Hasibuan dan Kepala Balai Teknis Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya yang menyatakan pekerjaan JGSS 6 akan diberikan kepada Suryo.

Ungkap Keterlibatan Suryo

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri pada 20 Juli 2023 menyatakan bahwa lembaganya bakal membuktikan dugaan keterlibatan pengusaha Muhammad Suryo yang muncul dalam surat dakwaan Dion Renato.

Menurut Ali, pendalaman soal dugaan keteribatan Suryo juga akan dibuktikan melalui pemanggilan sejumlah saksi ke KPK.

Sebab diketahui, nama Suryo dalam surat dakwaan Dion Renato disebut sebagai pihak yang memesan proyek pekerjaan JGSS 6 dan mendapat sleeping fee Rp9,5 miliar usai mundur dalam lelang.

Baru-baru ini, Suryo diperiksa sebagai saksi, masih terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan DJKA Kemenhub. Pemeriksaan dilakukan di Polres Metro Lampung pada 8 Agustus 2023.

Suryo Bocorkan Rencana OTT

Nama Muhammad Suryo kerap disebut dalam sidang suap DJKA. Bahkan ia tidak hanya disinggung dalam keikutsertaan lelang paket JGSS 6 dan mendapat sleeping fee Rp9,5 miliar.

Direktur Prasarana DJKA Harno Trimadi dalam persidangan menyebut, memperoleh informasi akan adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK berkaitan dengan proyek-proyek di DJKA. Informasi itu, katanya, bersumber dari Suryo.

Tak hanya itu, sebelumnya Suryo sempat disebut oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK dalam kasus kebocoran dokumen penyelidikan di Kementerian ESDM. Suryo disebut memberi dokumen penyelidikan KPK yang bersifat rahasia.

Nama Suryo juga dikenal sebagai pemain tambang pasir di wilayah Gunung Merapi. (*)

editor : tri wuryono