in

Nama Muhammad Suryo Kembali Masuk dalam Tuntutan Terdakwa Korupsi DJKA

Muhammad Suryo terlibat dalam pengondisian proyek JGSS 6.

Penuntut umum KPK membacakan tuntutan terdakwa korupsi proyek DJKA. Ia menyebut keterlibatan Muhammad Suryo. (baihaqi/jatengtoday.com)
Penuntut umum KPK membacakan tuntutan terdakwa korupsi proyek DJKA. Ia menyebut keterlibatan Muhammad Suryo. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Nama Muhammad Suryo kembali muncul dalam surat tuntutan kasus korupsi proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Berulang kali, penuntut umum KPK menyebut nama kontraktor Muhammad Suryo sebagai salah satu orang yang terlibat dalam korupsi tersebut.

Penuntut umum Agus Prasetya mengatakan, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jawa Bagian Tengah (Jabagteng) Putu Sumarjaya terbukti mengondisikan pemenang lelang paket pekerjaan jalur kereta api.

Ia menegaskan, perbuatan korupsi yang terdakwa lakukan tidak berdiri sendiri.

“Dapat kami simpulkan, perbuatan Putu Sumarjaya tidak berdiri sendiri, melainkan bersama-sama pihak lain,” ujarnya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/12/2023).

“… Muhammad Suryo mempunyai kualifikasi sebagai orang yang turut serta melakukan tindak pidana ini,” ungkap penuntut umum Agus dalam surat tuntutannya.

Kata dia, Muhammad Suryo terlibat dalam rangkaian pengondisian proyek jalur ganda KA antara Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso KM 96+400–KM 104+900 (JGSS 6) dengan nilai Rp164 miliar.

Proyek tersebut sejak awal diploting untuk kontraktor Muhammad Suryo, tetapi tidak jadi dikerjakan. Sebagai kompensasi, kontraktor penggantinya wajib memberi sleeping fee kepada Muhammad Suryo.

Perlu diketahui, nama Muhammad Suryo sebelumnya telah muncul dalam dakwaan terdakwa Putu Sumarjaya dan Bernard Hasibuan. Serta tersebut dalam dakwaan, tuntutan, dan vonis Dion Renato–terpidana penyuap pejabat DJKA.

Saat ini penyidik KPK telah menetapkan Muhammad Suryo sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi di lingkungan DJKA Kemenhub. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar