in

KPK Abaikan Bantahan Muhammad Suryo terkait Fee Rp9,5 Miliar

KPK telah mengantongi sejumlah bukti keterlibatan Muhammad Suryo dalam rangkaian korupsi

Penuntut umum KPK (sisi kiri) saat membaca tuntutan terdakwa Putu, beberapa kali menyebut nama Muhammad Suryo. (baihaqi/jatengtoday.com)
Penuntut umum KPK (sisi kiri) saat membaca tuntutan terdakwa Putu, beberapa kali menyebut nama Muhammad Suryo. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Penuntut umum KPK mengabaikan bantahan Muhammad Suryo terkait penerimaan sleeping fee Rp9,5 miliar dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di Solo.

Sebelumnya, Muhammad Suryo pernah bersaksi dalam sidang terdakwa Putu Sumarjaya dan Bernard Hasibuan. Saat itu, ia menyebut uang Rp9,5 miliar merupakan transaksi jual beli rumah.

Namun, bantahan tersebut tidak didukung dengan bukti yang kuat. Serta bertentangan dengan keterangan saksi lain yang menyebut bahwa uang Rp9,5 miliar merupakan sleeping fee dari kontraktor penggarap proyek jalur kereta api JGSS 6.

“Argumentasi yang didalilkan Muhammad Suryo adalah tidak logis dan patut dikesampingkan,” ucap penuntut umum Agus Prasetya saat membaca tuntutan terdakwa korupsi Putu Sumarjaya di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/12/2023).

Dalam hal ini, KPK telah mengantongi sejumlah bukti keterlibatan Muhammad Suryo dalam rangkaian korupsi proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Bukti tersebut antara lain keterangan para saksi yang bersesuaian dan bukti transfer sleeping fee ke rekening istri Muhammad Suryo.

Penuntut umum KPK menegaskan, perbuatan koruptif Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jabagteng Putu Sumarjaya tidak dilakukan sendiri, melainkan bersama pihak lain.

Selain Muhammad Suryo, sejumlah nama yang ikut terseret adalah Billy Haryanto alias Billy Beras, Ferry Septha Indrianto alias Ferry Gareng, Rony Gunawan, Wahyudi Kurniawan, Karseno Endra, serta Medi Yanto Sipahutar. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar