in

Sidang Korupsi DJKA, KPK Bacakan Tuntutan Kepala BTP

Terdakwa merekayasa pemenang lelang proyek perkeretaapian dan menerima fee dari kontraktor.

Penuntut umum KPK (sisi kiri) sedang membacakan tuntutan terdakwa korupsi DJKA. (baihaqi/jatengtoday.com)
Penuntut umum KPK (sisi kiri) sedang membacakan tuntutan terdakwa korupsi DJKA. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Sidang dugaan korupsi proyek-proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memasuki tahap akhir.

“Sesuai jadwal, agenda sidang hari ini adalah pembacaan tuntutan,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Gatot Sarwadi, Kamis (21/12/2023).

Penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat tuntutan terdakwa Putu Sumarjaya selaku Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jawa Bagian Tengah (Jabagteng).

Setelahnya, KPK juga akan membacakan surat tuntutan terdakwa Bernard Hasibuan selaku Pejabat Pembuat Komitmen BTP Jabagteng.

Terdakwa dijerat dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kami menyusun dakwaan secara alternatif. Penuntut umum berkeyakinan dakwaan alternatif pertama paling tepat untuk dibuktikan,” ujar penuntut umum Agus Prasetya.

Hingga berita ini tayang, sidang tuntutan belum selesai.

Sebelumnya, KPK mendakwa Putu Sumarjaya dan Bernard Hasibuan bersekongkol merekayasa pemenang lelang proyek perkeretaapian dan menerima fee dari kontraktor bernama Dion Renato Sugiarto.

Dion Renato sendiri sudah menjalani sidang lebih dulu. Pada 7 September 2023, Pengadilan Tipikor Semarang memvonis Dion Renato dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp200 juta. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar