in

Sidang Kasus Tamzil, Kadishub Kudus Mengaku Dimintai Uang Lebaran Rp 50 Juta

SEMARANG (jatengtoday.com) – Bupati Kudus HM Tamzil disebut pernah meminta uang kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Kudus Abdul Halil sebesar Rp 50 juta. Namun, belakangan Halil tidak menyanggupi seluruhnya.

Menurut Halil, permintaan itu dilakukan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2019 lalu. Ia dipanggil bupati untuk berdiskusi terkait persiapan lebaran, seperti tugas mengurai lalu lintas di Kudus serta mengecek lampu-lampu penerangan jalan.

“Lalu Pak Bupati minta dicarikan duit untuk lebaran. Minta Rp 50 juta,” cerita Halil saat dihadirkan menjadi saksi sidang kasus jual beli jabatan dengan terdakwa Bupati Kudus, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/1/2020).

Atas permintaan itu, Halil berusaha untuk mencari-cari hingga akhirnya berinisiatif untuk iuran di internal Dishub Kudus. “Akhirnya kami hanya sanggup Rp 15 juta,” imbuhnya.

Menurut Halil, uang diberikan secara langsung di ruangan Bupati Tamzil. “Saya serahkan. Saya letakkan di meja. Ada Pak Bupati di situ,” jelasnya.

Baca juga: Hakim Tipikor Sebut 3 Saksi Sidang Bupati Kudus Berusaha Biaskan Fakta

Usai sidang, Bupati Tamzil langsung membantah keterangan Halil. Menurutnya, Halil hanya dipanggil untuk menjelaskan tupoksinya sebagai Kadishub Kudus.

“Saya tidak menerima sama sekali. Saya hanya mengatakan untuk menyiapkan lebaran. Itu saja. Kalau saat itu izin menghadapnya memberi uang pasti saya usir,” kata Tamzil.

Atas keterangan Halil yang dinilai tidak sesuai kenyataan itu, Tamzil bakal melakukan tindakan lanjutan. Bahkan bisa jadi kalau memungkinkan, akan dilaporkan.

Baca juga: Uka Wisnu: Staf Khusus Selalu Serahkan Uang Suap ke Bupati Kudus

Sidang lanjutan dengan terdakwa Bupati Kudus dibagi menjadi dua sesi dengan total 5 saksi. Kesaksian Kadishub Kudus dibarengkan dengan Staf Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus Subheckan.

Sementara 3 saksi lain yang terlebih dahulu diperiksa adalah Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, Sekretaris Dinas Perdagangan Andi Imam S, dan mantan ajudan Bupati Kudus, Setya Hendra. (*)

 

editor : ricky fitriyanto

in

Sidang Kasus Tamzil, Kadishub Kudus Mengaku Dimintai Uang Lebaran Rp 50 Juta

SEMARANG (jatengtoday.com) – Bupati Kudus HM Tamzil disebut pernah meminta uang kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Kudus Abdul Halil sebesar Rp 50 juta. Namun, belakangan Halil tidak menyanggupi seluruhnya.

Menurut Halil, permintaan itu dilakukan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2019 lalu. Ia dipanggil bupati untuk berdiskusi terkait persiapan lebaran, seperti tugas mengurai lalu lintas di Kudus serta mengecek lampu-lampu penerangan jalan.

“Lalu Pak Bupati minta dicarikan duit untuk lebaran. Minta Rp 50 juta,” cerita Halil saat dihadirkan menjadi saksi sidang kasus jual beli jabatan dengan terdakwa Bupati Kudus, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/1/2020).

Atas permintaan itu, Halil berusaha untuk mencari-cari hingga akhirnya berinisiatif untuk iuran di internal Dishub Kudus. “Akhirnya kami hanya sanggup Rp 15 juta,” imbuhnya.

Menurut Halil, uang diberikan secara langsung di ruangan Bupati Tamzil. “Saya serahkan. Saya letakkan di meja. Ada Pak Bupati di situ,” jelasnya.

Baca juga: Hakim Tipikor Sebut 3 Saksi Sidang Bupati Kudus Berusaha Biaskan Fakta

Usai sidang, Bupati Tamzil langsung membantah keterangan Halil. Menurutnya, Halil hanya dipanggil untuk menjelaskan tupoksinya sebagai Kadishub Kudus.

“Saya tidak menerima sama sekali. Saya hanya mengatakan untuk menyiapkan lebaran. Itu saja. Kalau saat itu izin menghadapnya memberi uang pasti saya usir,” kata Tamzil.

Atas keterangan Halil yang dinilai tidak sesuai kenyataan itu, Tamzil bakal melakukan tindakan lanjutan. Bahkan bisa jadi kalau memungkinkan, akan dilaporkan.

Baca juga: Uka Wisnu: Staf Khusus Selalu Serahkan Uang Suap ke Bupati Kudus

Sidang lanjutan dengan terdakwa Bupati Kudus dibagi menjadi dua sesi dengan total 5 saksi. Kesaksian Kadishub Kudus dibarengkan dengan Staf Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus Subheckan.

Sementara 3 saksi lain yang terlebih dahulu diperiksa adalah Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, Sekretaris Dinas Perdagangan Andi Imam S, dan mantan ajudan Bupati Kudus, Setya Hendra. (*)

 

editor : ricky fitriyanto