in

Bupati Kudus Disebut Tak Pernah Pasang Tarif saat Lelang Jabatan, Faktanya?

SEMARANG (jatengtoday.com) – Bupati Kudus nonaktif HM Tamzil disebut tidak memasang tarif tertentu saat melakukan lelang jabatan di wilayahnya. Ia juga tidak pernah menyuruh orang lain untuk menarik hadiah dalam bentuk apapun.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Kecamatan Undaan, Kudus, Sancaka Dwi Supani saat dihadirkan sebagai saksi meringankan terdakwa Tamzil dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/3/2020).

Sancaka sendiri pernah mengikuti seleksi jabatan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Kudus. Tepatnya untuk jabatan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus. Dalam lelang jabatan eselon dua tersebut ada beberapa ketentuan dan persyaratan.

“Salah satunya selalu ditegaskan, dalam seleksi jabatan tidak diadakan biaya atau pungutan dalam bentuk apapun. Sehingga mendorong saya untuk mengikuti seleksi,” jelas Sancaka.

Dia pun mengikuti tahap demi tahap. Setelah dinyatakan lulus administrasi, kemudian tes asesment di Mabes Polri. Pada saat itu juga disampaikan bahwa seleksi ini murni didasarkan pada kemampuan masing-masing peserta.

Setelah itu ada tahap seleksi penyusunan makalah, paparan, dan wawancara dengan Bupati dan Wakil Bupati di ruang kerja Bupati Kudus.

Sebelum wawancara, para peserta seleksi kembali diberikan arahan mengenai tidak adanya pungutan. Pada saat itu juga ada Rini Kartika Hadi selaku istri Akhmad Shofian yang divonis sebagai penyuap Bupati Kudus.

Ternyata Tidak Tahu Jelas

Mendengar hal itu, Ketua Majelis Hakim Sulistiyono mencecar saksi dengan serentetan pertanyaan. “Sebenarnya memang faktanya seperti itu, tidak ada pungutan, atau Saudara yang tidak tahu?” tanya hakim.

Saksi Sancaka pun menjawab dengan apa yang dialami, tidak pernah ditarik uang. Kemudian hakim menanyakan kembali, apakah orang lain juga melakukan hal yang sama dengan saksi atau tidak. “Kalau itu saya tidak tahu,” jawabnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto