in

Sekretaris Pengusaha Billy Beras Turut Bersaksi di Sidang Korupsi DJKA

Billy Beras disebut sering membantu kontraktor mendapatkan pekerjaan di DJKA.

Devi Rachmaniar sedang memberi kesaksian dalam sidang korupsi proyek DJKA.
Devi Rachmaniar sedang memberi kesaksian dalam sidang korupsi proyek DJKA. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Devi Rachmaniar, sekretaris pengusaha beras Billy Hariyanto turut menjadi saksi sidang korupsi proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Devi turut bersaksi di Pengadilan Tipikor Semarang karena ada fee proyek DJKA yang ditransfer ke rekeningnya. Bosnya, Billy Haryanto alias Billy Beras sendiri sudah lebih dulu bersaksi di persidangan.

Devi mengungkap pernah mendapat titipan uang Rp300 juta dari kontraktor proyek perkeretaapian bernama Dion Renato (kini terpidana korupsi proyek DJKA). Ia pun menyerahkan uang titipan itu ke bosnya.

“Pak Dion transfer Rp100 juta dan Rp200 juta ke saya. Semua sudah saya serahkan ke Pak Billy,” cerita Devi saat bersaksi dalam sidang terdakwa korupsi Putu Sumarjaya dan Bernard Hasibuan di pengadilan, Kamis (23/11/2023).

Devi juga mengaku mendapat transferan dari kontraktor lain seperti Felix Putra Mandiri Rp900 juta. Namun, ia membantah uang tersebut bagian dari fee proyek, melainkan uang hasil jual beli beras antara Felix dan bosnya.

Selaku sekretaris, Devi mengaku kerap mendampingi kegiatan Billy Beras. Devi mengetahui kedekatan bosnya dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sehingga Billy Beras sering membantu kontraktor mendapatkan pekerjaan di lingkungan Kemenhub, termasuk proyek DJKA.

“Pak Billy biasanya jadi konektornya, hanya menghubungkan para kontraktor biar dapat kerjaan,” jelas Devi.

Dalam sidang sebelumnya terungkap, pengusaha Billy Beras mengakui menjadi penghubung atau makelar proyek pengadaan barang dan jasa di (DJKA). Atas jasanya, biasanya ia memperoleh fee.

Salah satunya memperoleh fee dari Direktur Utama PT Istana Putra Agung, Dion Renato Sugiarto sebesar Rp3,2 miliar atas proyek pembangunan jalur KA antara Stasiun Solo Balapan-Kalioso untuk paket JGSS 4. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar