in

Kegiatan Pelatihan Sekolah Pengendalian Hama Terpadu Tembakau

Pelatihan PHT merupakan salah satu kegiatan yang dianggap solutif dalam rangka pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman

DEMAK (jatengtoday.com) – Masih banyaknya Organisme Penganggu Tanaman atau OPT di wilayah Karangawen Demak yang mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau layak mendapatkan perhatian khusus. OPT ini sendiri adalah suatu organisme yang tidak diinginkan yang menganggu tanaman budidaya, secara ekonomis merugikan karena menyebabkan potensi hasil tidak tercapai.

Untuk itu kemarin dilakukan Kegiatan Pelatihan PHT (Sekolah Pengendalian Hama Terpadu) Tembakau di Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen Kelompok Tani Patok Urip. Dalam rangka peningkatan kualitas dan produktivitas tanaman perkebunan, khususnya tembakau, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupten Demak melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tembakau.

Menurut Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan Pelatihan PHT merupakan salah satu kegiatan yang dianggap solutif dalam rangka pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman terutama pada komoditas tembakau. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan sistem perlindungan tanaman yang erat kaitannya dengan usaha pengamanan produksi mulai dari pra-tanam, pertanaman, sampai pasca panen.

“Tujuan dari pelaksanaan Pelatihan PHT ini adalah Meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu. Meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok, dan meningkatkan ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu,” jelasnya.

Adapun hama adalah yang tampak oleh mata misalnya serangga, burung, mamalia. Penyakit adalah yang tidak tampak oleh mata berupa mikroorganisme seperti jamur, bakteri dan virus. Sedangkan Gulma adalah OPT yang berupa tanaman.

Salah satu jenis Hama Tanaman Tembakau adalah Ulat Pupus yang meletakkan telur secara tunggal, ulat memakan daun dan warna Ulat bervariasi hijau, kekuningan, cokltat, agak hitam, tubuh ditutupi bulu bulu serta meletakan pupa dalam tanah.

Ulat Grayak/Tentara meletakkan telur berkelompok (350 btr) telur menetas 2-5 hari, Ulat berukuran 50 cm, Ulat tua bersembunyi dalam tanah pada siang hari dan aktif pada mlam hari. Pupa diletakkan dalam tanah, Telur sampai Ngengat berumur 23 – 25 hari, Ngengat betina panjang 1,4 cm dan ngengat jantan mencapai 1,7 m.

Salah satu jenis Penyakit Tanaman Tembakau adalah Penyakit Lanas yang penyebabnya jamur Phythopthora nicotianae penyebarannya melalui aliran air dan udara sedangkan Klamidospora dapat bertahan selama 4 hari.

Gejala yang ditimbulkan pada musim hujan tanaman layu mendadak seluruh daun terkulai tetapi masih hijau, serangan pada daun terdapat bercak seperti cicin berwarna coklat, pangkal batang terlihat coklat tetapi perakaran masih tampak sehat. Pengendaliannya yaitu Kultur Teknis dengan cara meninggikan bedengan penambahan kapur serta menguragi kerapatan tanaman, sanitasi kebun, pengendalian biologi, kimia serta rotasi tanaman.

Penyakit Patik penyebabnya jamur Cercospora nicoteanae penyebaranya melalui aliran air, udara, suhu 27 30°. Gejala pada daun terlihat bercak kecil berwarna agak coklat, Daun mengalami nicrosis akhirnya daun berlubang. (*)

Ajie MH.