in

Sorgum Berpotensi Untuk Dikembangkan Karena Kaya Manfaat

Biji sorgum juga tengah dikembang di Demak untuk secara perlahan mendampingi beras yang merupakan sumber pangan utama.

Plt Kadinas Pertanian dan Pangan Agus Herawan. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Salah satu pengganti beras yang tengah digadang-gadang pemerintah untuk dikembangkan adalah sorgum. Hal ini dilakukan juga untuk mengantisipasi adanya ancaman krisis pangan global terutama bagi Indonesia.

Prospek pengembangan sorgum di Indonesia juga menjanjikan karena selain mampu menggantikan beras, sorgum juga bisa mengurangi konsumsi gandum.

Perlu diketahui bahwa Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan lahan kering yang potensial dan juga dapat digunakan sebagai pangan,  pakan, dan bioenergi (bioetanol).

Selain itu Sorgum juga mampu beradaptasi pada lahan marginal dan membutuhkan air relatif lebih sedikit karena lebih toleran terhadap kekeringan dibanding tanaman pangan lain.

Plt Kepala Dinas Tanaman dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan menjelaskan bahwa biji sorgum juga tengah dikembang di Demak untuk secara perlahan mendampingi beras yang merupakan sumber pangan utama.

“Sorgum ini mempunyai kualitas nutrisi sebanding dengan jagung dan beras, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi, namun kandungan lemaknya lebih rendah. Oleh karena itu, sorgum dimanfaatkan sebagai penyangga pangan penduduk di lebih 30 negara,” ujarnya.

“Selain sebagai bahan pangan, biji sorgum juga digunakan sebagai bahan baku industri pangan seperti gula, monosodium glutamate, asam amino, minuman, dan hijauannya digunakan sebagai pakan ternak. Bahkan saat ini sorgum juga digunakan   sebagai bahan baku energi, terutama sorgum manis,” imbuh Agus.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa Biji sorgum yang telah disosoh dapat digunakan untuk bahan diversifikasi pangan melalui substitusi beras atau sebagai bahan pangan alternatif. Sorgum telah memasukkan sebagai salah satu komoditas pendukung diversifikasi pangan nasional.

Bahkan hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Serealia menunjukkan sorgum dapat mensubtitusi beras sampai 30% dengan cita rasa yang dapat diterima konsumen. Surgum dalam 100 gram mengandung kalori 332cal, protein11g, lemak 3,3g, karbohidrat 73 g, Vit B1 11,1 mg, Serat 2,3%, P 287 mg, Ca 28 mg, Fe 4,4 mg . jadi kalau dibanding terigu nilai gizinya jauh lebih baik. Untuk terigu kalori 365 cal, protein 8,9g, lemak 1,3g, karbohidrat 7,7g, Vit B1 0 mg, Serat 0%, P 16 mg, Ca 106 mg, Fe 1,2 mg, demikian juga jika dibandingkan dengan beras, sorgum masih punya keunggulan, Adapun untuk baras sbb kalori 360 cal, protein 7 g, lemak 0.7g, karbohidrat 79g, Vit B1 9,8 mg, Serat 1%, P 147 mg, Ca 6 mg, Fe 0,8mg.

Bahkan untuk pengembangan sorgum sendiri diketahui bahwa tekstur tepung sorgum lebih halus dibanding tepung  jagung, dan mendekati tekstur terigu. Selain itu beberapa karakter sifat fisiko kimia tepung sorgum mendekati terigu. Berdasarkan karakternya, tepung sorgum tersebut dapat mensubstitusi terigu dalam berbagai olahan, misalnya cake, cookies, dan rerotian.

Bahkan untuk negara-negara Afrika seperti Uganda dan Kenya, biji sorgum berkecambah yang telah disangrai, kecambah atau kulit bijinya, selanjutnya diolah menjadi makanan Ugali (Stifth Oorrid). Masyarakat perdesaan India mengolah tepung sorgum menjadi roti bakar atau capati, yang menjadi makanan pokok sehari-hari. Pada saat ketersediaan beras langka, tepung sorgum dibuat nasi dengan atau tanpa campuran beras. Namum pangan  dari tepung sorgum ini ditinggalkan setelah beras tersedia sepanjang tahun. (*)

Ajie MH.