in

Melalui Program PKK Dindikbud Demak, Hadapi Persaiangan Dunia Kerja Kompetitif

Dalam pelatihan keterampilan menjahit tata busana tersebut diikuti oleh 25 peserta dengan waktu pelaksanaan 200 jam atau 30 hari.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Afida Aspar (tengah) secara simbolis menyerahkan perlengkapan pelatihan menjahit dan tata busana kepada peserta. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang sangat kompetitif, Dindikbud Demak melalui Bidang Pembinaan PAUD dan PNF menyelenggarakan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Afida Aspar.

Menurutnya, setiap tahun Dindikbud Demak mengadakan program PKK, di antaranya pelatihan menjahit dan tata busana yang diselenggarakan pada awal Agustus dengan menggandeng LPK Bina Siswa.

Afida Aspar mengatakan, dalam setiap program PKK para peserta ditekankan untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh agar mampu menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan.

“Semua peserta yang mengikuti PKK diminta untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh dan serius,” ujarnya, Selasa (29/11/2022).

Ia berharap, para peserta mendapatkan pengetahuan keterampilan sampai dengan softskill hingga cakap bekerja.

“Sampai dapat dilihat output yang dicapai oleh masing-masing peserta, tenaga kerja sangat dibutuhkan oleh perusahaan terutama di Kabupaten Demak ini,” paparnya.

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dilaksanakan atas kerja sama dengan Direktorat Pendidikan dan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Ristek.

LPK Bina Siswa sendiri beralamat di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang dipimpin oleh Nur Khamid.

Dalam pelatihan keterampilan menjahit tata busana tersebut diikuti oleh 25 peserta dengan waktu pelaksanaan 200 jam atau 30 hari.

Ketua LPK Bina Siswa, Nur Khamid mengatakan, pelatihan Pendidikan Kecakapan Kerja menjahit dan tata busana agar para peserta siap kerja.

“Pelatihan tenaga kerja yang dipersiapkan untuk siap kerja guna persaingan di dunia kerja yang sangat kompetitif,” katanya.(*)

Ajie MH.