in

Hakim Cek Langsung Objek Sengketa Tanah di Genuk Semarang

Sengketa tanah ini melibatkan dr. Setiawan selaku penggugat dan Ir. Daniel Budi Setiawan selaku tergugat.

SEMARANG (jatengtoday.com) — Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menggelar sidang pemeriksaan setempat untuk mengecek langsung objek sengketa tanah yang sertifikatnya tumpang tindih.

Majelis mengunjungi tanah lapang yang sebagian menjadi pangkalan truk di Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (5/1/2024).

Hakim Judi Prasetya yang memimpin jalannya sidang lapangan mempersilakan dr. Setiawan selaku penggugat dan Ir. Daniel Budi Setiawan selaku tergugat untuk menunjukkan batas tanahnya masing-masing.

“Silakan tunjukkan batas-batas, potongannya di mana,” kata Judi.

Kuasa hukum tergugat, Wiwit Rijanto menyatakan pihaknya merasa dirugikan pada penempatan posisi batas. Berdasarkan fakta, banyak lahan kliennya yang terkena irisan-irisan.

Sisi lain, ia mempertanyakan mengapa pada batas-batas dalam sertifikat yang diakui milik penggugat tidak ada nama prinsipal Daniel Budi Setiawan.

“Itu aneh karena seharusnya nama Pak Daniel ada dalam batas itu. Padahal sudah menempati sejak 1982 dan 1983 sudah dibalik nama oleh Pak Daniel tapi nama klien kami tidak ada,” jelasnya.

Ia menduga ada ketidakberesan dalam pembuatan sertifikat. Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengakui sertifikat nomor SHM 388/Genuksari dengan SHM 1550/Genuksari seharusnya memasukkan nama Daniel.

Sementara itu kuasa hukum penggugat, Michael Deo mengatakan, pada sidang pemeriksaan setempat ini pihaknya menunjukkan lahan sertifikat SHM 1550/Genuksari milik dr Setiawan.

Ia menyebut batas-batas dan bangunan gudang serta bengkel sudah ada sejak 1986. Pada sertifikat juga tergambar ada rencana jalan yang merupakan bagian dari lahan sebelumnya.

“Kami menjelaskan tanah tumpang tindih dan irisannya sebelah mana. Kami menampilkan melalui satelit batasnya ini,” tuturnya.

Katanya, adanya irisan itu untuk membuktikan bahwa pihaknya punya kedudukan hukum untuk menggugat.

Ia menilai terbitnya sertifikat tanah atas nama Daniel Budi aneh. Pasalnya, sesuai SHM 388/Genuksari atas nama Daniel Budi Setiawan asal usul tanahnya adalah C Desa Nomor 715 Persil 54 Klas S.III. Kemudian sesuai Buku C Desa Nomor 715 Persil 54 Klas S.III yang ditunjukkan Lurah Genuksari dalam persidangan luasnya adalah 2.080 meter persegi.

“Sertifikat tergugat I kami bilang aneh karena asal usul luasnya hanya 2.080 m2 tapi ketika terbit sertifikat luasnya menjadi 5.724 m2 sehingga terjadi kelebihan luasan 3.644 m2,” tegasnya. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar