in

Kasus Tumpang Tindih Sertifikat di Genuksari, Tergugat Bawa 7 Bukti

Tergugat I mengajukan 7 bukti surat penguat kepemilikan tanah yang bersengketa.

Kuasa hukum tergugat I sedang menunjukkan bukti kepemilikan tanah yang tumpang tindih di Genuksari Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)
Kuasa hukum tergugat I sedang menunjukkan bukti kepemilikan tanah yang tumpang tindih di Genuksari Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Sidang kasus tumpang tindih sertifikat tanah di Genuksari, Kota Semarang masih berlanjut. Majelis hakim mempersilakan pihak yang berperkara untuk adu data.

Pada sidang Senin (11/12/2023), Ir. Daniel Budi Setiawan selaku tergugat mengajukan bukti-bukti surat penguat kepemilikan tanah yang tengah sengketa.

“Hari ini kami ajukan tujuh bukti,” ujar salah satu kuasa hukum Daniel Budi, Sandy Christanto usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Bukti tersebut antara lain berupa sertifikat asli SHM No.388/Genuksari seluas 5.724 meter persegi dan bukti lunas tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Kami juga bawa bukti peta bidang yang dikeluarkan secara resmi oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional/Kantor Pertanahan Kota Semarang),” imbuh Sandy.

Kemudian, pihak tergugat menyertakan bukti laporan polisi dan surat penetapan tersangka kasus penyerobotan tanah dengan tersangka dokter Setiawan atau penggugat.

Menurut Sandy, bukti tersebut merupakan bagian jawaban atas gugatan. Sebab, dari awal ia menilai gugatan ini ganjil karena diajukan setelah Setiawan ditetapkan tersangka–meskipun kini telah ditangguhkan.

Dalam sidang yang sama, majelis hakim mempersilakan para pihak yang lain menunjukkan bukti. Juga memberi waktu untuk mengajukan tambahan bukti pada sidang selanjutnya.

“Kami beri kesempatan lagi untuk mengajukan tambahan bukti sebelum kita nanti PS (sidang pemeriksaan setempat dengan cara mengunjungi objek sengketa),” kata ketua majelis Judi Prasetya. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar