in

Guru Unggul Harus Mampu Jawab Pertanyaan Kritis Siswa

PGRI berniat ikut memberikan sumbang sih dalam rangka mendukung program pemerintah mencapai generasi emas.

Bupati Eisti'anah saat secara simbolis mengenakan id card perwakilan  guru peserta Bintek Implementasi Kurikulum Merdeka oleh PGRI Kabupaten Demak. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Kurikulum Merdeka dibuat dengan tujuan agar pendidikan di Indonesia bisa seperti pendidikan di negara maju lainnya. Yakni dengan memberikan siswa  kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran.

Sehubungan itu lah PGRI Kabupaten Demak menggelar bimbingan teknis Implementasi Merdeka Belajar (Bimtek IKM) tahun 2022.

Sebagaimana disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Demak H Sapon, latar belakang diadakannya bimtek IKM menyiapkan hadirnya  generasi emas pada 2045, yang bercirikan anak-anak dengan kecerdasan komprehensif, produktif dan inovatif. Damai dalam interaksi sosial dan berkarakter kuat.

“Sehubungan itu dibutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang unggul. Maka PGRI berniat ikut memberikan sumbang sih dalam rangka mendukung program pemerintah mencapai generasi emas. Kabar baiknya, hal ini selaras visi misi bupati Demak tentang upaya peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, berikut peningkatan kapasitas tenaga kependidikan,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diagendakan tiga hari pada 10-12 November itu diikuti 64 guru TK, SD/MI juga SMP/MTs perwakilan anggota PGRI dari 14 kecamatan. Hadir sebagai narasumber yakni Pengawas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak  yang juga Fasilitator Guru Penggerak.

Lebih lanjut disampaikan, Kurikulum Merdeka selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara perihal merdeka belajar yang selaras juga dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tentang mencerdaskan bangsa. “Mencerdaskan bangsa bukan berarti mencerdaskan individu, namun menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan hidup dan penghidupan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Kemerdekaan belajar merupakan salah satu yang bisa menggambarkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Utamanya terkait asas trikon dalam pendidikan. Yakni  kontinyu, konvergen dan konsentris. Ketiga asas trikon itu akan berhasil jika ada dukungan dari keluarga, perguruan, dan masyarakat yang merupakan satu kesatuan utuh dalam pendidikan.

Sehubungan itu Bupati Demak dr Hj Eisti’anah yang hadir bersama Ketua DPRD  yang juga Pembina PGRI Kabupaten Demak HS Fahrudin Bisri Slamet, Pj Sekda H Eko Pringgolaksito serta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H Subkhan menyatakan, apresiasi atas dukungan PGRI pada program pembangunan SDM melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kapasitas tenaga pendidik juga kependidikan.

“Saya turut bangga atas peran serta  PGRI yang luar biasa untuk meningkatkan SDM anggotanya sesuai tuntutan jaman. Terlebih dalam rangka mewujudkan generasi emas, pendidiknya memang harus luar biasa. Maka saya pesan pada semua peserta agar  sungguh-sungguh mengikuti bimtek,”  bupati.

Sebab agar mampu menjawab pertanyaan dan pemikiran kritis siswa, dituntut pendidik yang berwawasan luas. Selalu mengikuti perkembangan jaman, dengan rutin mengikuti bimtek pengembangan potensi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *