in

Bupati Pemalang Terima Suap Rp1,5 Miliar dari 11 Pejabat

Dua penyuap menyerahkan uang sebelum dilantik.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menyidangkan kasus dugaan suap dan gratifikasi terhadap Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Bupati Pemalang nonaktif Mukti Agung Wibowo didakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menerima suap Rp1,559 miliar dan gratifikasi Rp6,014 miliar. Jika ditotal menerima Rp7,573 miliar.

Berdasarkan dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Mukti menerima suap dari 11 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.

Dua penyuap menyerahkan uang sebelum dilantik. Sodiq Ismanto setor Rp100 juta untuk menjabat Sekretaris DPRD Pemalang dan Slamet Masduki setor Rp219 juta kini menjabat Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang.

Sementara 9 pejabat lain menyerahkan uang setelah dipilih dan dilantik pada jabatan baru oleh Bupati Mukti. Suap itu disebut sebagai uang syukuran.

Kesembilan pejabat pemberi suap tersebut adalah Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang Yanuarius Nitbani setor Rp350 juta; Kepala Pelaksana BPBD Pemalang Sugiyanto setor Rp240 juta; Kepala Dinas PUPR Pemalang Mohamad Saleh setor Rp100 juta.

Kemudian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang Abdul Rachman setor Rp100 juta; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Pemalang Suhirman setor Rp100 juta; Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Pemalang Mobarok Ahmad setor Rp100 juta.

Lalu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemalang Moh Ramdon setor Rp100 juta; Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Pemalang Bambang Haryono Rp100 juta, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemalang Raharjo setor Rp50 juta.

Baru 4 Penyuap yang Diadili

Dari 11 pejabat yang disebut memberi suap dalam waktu berbeda-beda kepada Bupati Pemalang atau melalui orang dekat bupati, baru empat orang yang diadili di Pengadilan Tipikor Semarang.

Penuntut umum KPK Joko Hermawan mengakui hal tersebut. Saat ini memang baru menuntut empat pemberi suap dan dua penerima suap. Akankah KPK bakal menyeret semua orang yang terlibat?

“Kalau itu, nanti,” jawab Joko saat ditanya apakah sembilan pejabat pemberi suap juga bakal diseret ke meja hijau, Selasa (27/12/2022).

Adapun empat penyuap yang tengah diadili adalah Pj. Sekda Kabupaten Pemalang Slamet Masduki; Kepala Dinas Kominfo Pemalang Yanuarius Nitbani; Kepala Pelaksana BPBD Pemalang Sugiyanto; dan Kepala Dinas PUPR Pemalang Mohamad Saleh.

Senin (19/12/2022) pekan lalu mereka menjani sidang tuntutan. Masing-masing dituntut hukuman dua tahun penjara denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Penuntut umum KPK menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar