in

Anggota DPR RI Ini Ingatkan Pentingnya BPJS Kesehatan Kepada Warga NU

Nur Nadhifah mengingatkan peran muslimat NU dalam bidang sosial, ekonomi hingga kesehatan. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Nur Nadhifah mengajak warga NU untuk sadar dengan jaminan BPJS Kesehatan. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Anggota Komisi IX DPR RI, Nur Nadhifah bersama BPJS Kesehjatan menggelar sosialisasi dan edukasi Program JKN yang dihadiri perwakilan warga NU se-Jateng ini, di Balaikota Semarang, Jumat (10/6/2022).

Dia mengingatkan kepada warga NU mengenai pentingnya kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),

Nur Nadhifah mengingatkan peran muslimat NU dalam bidang sosial, ekonomi hingga kesehatan.

Menurutnya, dalam program JKN ini, iuran yang dibayarkan diniatkan sebagai bagian dari tolong menolong bagi saudara-saudara yang jatuh sakit.

Harapannya jika ada salah satu keluarga yang sakit, maka seluruh masyarakat Indonesia yang akan menolong.

“Sakit itu menjadi bagian dari sunatullah, Allah SWT tidak memberi tahu kapan sakit ini datang dan kapan kita harus menjadi peserta JKN aktif, karenanya proteksi jaminan kesehatan ini menjadi sangat penting,” katanya.

Dia menjelaskan, Program JKN ini sangat penting sebagai proteksi jaminan kesehatan.

Sakit datang tidak mengenal umur, status sosial, jenis kelamin atau apapun sehingga dengan mempunyai proteksi jaminan kesehatan maka ketika sakit datang, kita tidak akan merasa khawatir.

“Biaya sakit saat ini sangat mahal,  bisa dikatakan orang bisa jatuh miskin jika sakit. Dengan kita punya proteksi JKN, mana kala sakit tentunya tidak akan membebani finansial kelurga yang lain,” tambahnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar mengatakan, suksesnya Program JKN ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah sebagai stakeholder, berbagai organisasi pemerintah dan non pemerintah, faslilitas kesehatan, juga peserta JKN yang rutin membayarkan iurannya tepat waktu.

“Selain memberikan perlindungan, dengan menjadi peserta JKN, setiap peserta yang sehat akan bergotong royong membantu peserta yang sakit. Apabila taat membayar iuran tepat waktu dan menjaga kesehatan, maka dalam diri tiap-tiap orang tertanam rasa kepedulian terhadap sesama terutama yang mendapat musibah berupa sakit,” ucap Andi.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah, Ismawati Hafidz dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kepesertaan JKN ini bagi warga muslimat NU.

Selain diperlukan dalam berbagai pelayanan publik, yang tak kalah pentingnya keterlibatan seluruh warga mulimat NU memberikan sumbangsih yang sangat besar sehingga kartu ini bisa dimanfaatkan oleh khalayak lain.

“Siapa saja berhak menjadi peserta JKN, bahkan proteksi yang diberikan seumur hidup. JKN ini berbeda dengan konsep asuransi yang memerlukan skrining. Jika didapati memiliki sakit tentu saja berbeda preminya dan lebih mahal. Sedangkan JKN ini tidak memandang kondisi medis sebelumnya, artinya JKN ini menjamin pelayanan kesehatan tanpa batasan penyakit,” tuturnya.

Besar harapan Ismawati, perwakilan yang hadir dapat meneruskan ke seluruh warga muslimat NU di tingkat cabang pentingnya kepesertaan JKN serta informasi lain yang diinformasikan dari BPJS Kesehatan, sehingga kesejahteraan dan kesehatan masyarakat segera terwujud menjadi masyarakat Indonesia yang sehat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.