in

Warga Kecamatan Gunungpati Semarang Bisa Periksa Kehamilan Gratis di Puskesmas

SEMARANG (jatengtoday.com) – BPJS Kesehatan memastikan pemeriksaan kehamilan melalui Ultrasonografi (USG) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bagi ibu hamil peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat dijamin. Akses pemeriksaan tersebut salah satunya dapat dilakukan ibu hamil di Puskesmas Gunungpati Semarang.

Menyandang  gelar juara dalam ajang Open Innovation Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan secara nasional, Puskesmas Gunungpati mampu memberikan pelayanan  terpadu dan kolaboratif dengan USG demi persalinan yang aman. Selain itu, Puskesmas Gunungpati satu dari sekian puskesmas di kota Semarang yang memiliki layanan rawat jalan, rawat inap serta persalinan 24 jam.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Gunungpati, Amir Ghozali menyebut pihaknya mengkolaborasikan pelayanan untuk ibu hamil melalui pemeriksaan Antenatal Care (ANC) terpadu dan USG, hingga memantau kesehatan ibu selama kehamilan dan mengawal hingga menuju persalinan yang aman.

“Ibu hamil yang datang ke puskesmas akan diperiksa di  Poli Ibu oleh bidan, meliputi penggalian informasi seputar kehamilan, pemeriksaan berat badan, tekanan darah dan pemeriksaan rutin kehamilan, kemudian dilanjutkan dengan ANC terpadu. Yang terpenting pastikan selalu kartu JKN selalu aktif,” ucapnya, Selasa (16/1/2024).

Selanjutnya, akan dilakukan juga pemeriksaan oleh dokter umum, Ibu hamil akan dilakukan skrining preeklampsia dan riwayat penyakit lainnya. Ibu hamil juga akan di USG pada trimester satu dan tiga sesuai anjuran dari kementerian Kesehatan.

Lalu, Ibu hamil kemudian diperiksa laboratorium yang mencakup pemeriksaan urin dan pemeriksaan darah yaitu hemoglobin, gula darah dan tripel eliminasi, pemeriksaan gigi serta status gizinya oleh nutrisionis, dan diberikan edukasi terkait status gizinya.

“Di sini ibu hamil juga akan diberikan pengetahuan mengenai asupan gizi seimbang selama hamil agar terhindar dari anemia dan Kurang Energi kronis (KEK). Puskesmas Gunungpati memonitor secara rutin mulai saat kehamilan hingga persalinan. Ibu hamil denggan risiko tinggi akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit,” tegasnya.

Sedangkan bagi ibu hamil tanpa komplikasi dapat bersalin di Puskesmas. Tak perlu khawatir persalinan Puskesmas gunungpati ditangani oleh tenaga Kesehatan yang profesional, serta menjalankan prinsip Inisiasi Menyusui Dini dan mendukung penuh ASI eksklusif. Bayi yang baru lahir dipantau selama 24 jam, diberikan imunisasi Hepatitis serta dilakukan skrining Hipotiroid kongenital.

“Tak perlu khawatir jika melahirkan di Puskesmas, puskemsas tidak kalah dengan rumah sakit untuk memberikan pelayanan persalinan. Kolaborasi Program JKN dan program pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan ibu dan anak di Puskesmas Gunungpati ini diharapkan turut menurunkan angka kematian ibu dan bayi si Kota Semarang,” ujar Amir.

Sepakat dengan pernyataan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar menyebut pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengoptimalkanan pelayanan ibu hamil dan persalinan di FKTP bagi peserta JKN di Kota Semarang.

“Layanan pemeriksaan USG masuk ke dalam jaminan layanan kehamilan peserta JKN. Layanan kehamilan yang dijamin sudah mencakup pemeriksaan ibu hamil selama enam kali selama kehamilan termasuk dua kali dengan dokter dan USG,” ucap Andi.

Pemeriksaan USG kehamilan dan rangkaian pemeriksaan kehamilan lainnya menjadi salah satu bagian penting untuk melihat perkembangan janin. Selain memastikan pertumbuhan janin sehat, sekaligus mencegah potensi stunting. Harapannya dengan penanganan sedini mungkin anak dilahirkan dengan sehat.

“jika terjadi tanda-tanda kelainan lainnya bisa segera dirujuk untuk konsultasi ke dokter di rumah sakit agar mendapat penanganan lebih lanjut. Hal ini agar bayi yang lahir tidak mengalami stunting,” tambahnya.

Andi menambahkan, BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus agar pelayanan kesehatan bagi ibu hamil juga bisa merata, melalui FKTP yang lebih dekat dan lebih cepat dijangkau oleh Peserta JKN.  (*)

Ajie MH.