in

100 Ribuan Warga Semarang Nunggak Iuran BPJS Kesehatan

Peserta BPJS Kesehatan yang memiliki tunggakan iuran, tidak bisa mengurus adminstrasi publik seperti yang tertuang dalam Inpres no 1 Tahun 2022.

Mulai Januari 2022 ini, BPJS Kesehatan mulai membuka pelayanan lewat mobil keliling di Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 103.238 warga Kota Semarang memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Dari angka itu, sebanyak 73,98 persen menunggak lebih dari 24 bulan atau 2 tahun.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar menjelaskan, hingga Februari 2022, total ada 1.626.359 peserta atau, 96,39 persen penduduk Kota Semarang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Tapi ada semua berstatus aktif. Ada 100 ribuan warga yang menunggak iuran,” ucapnya, Selasa (1/3/2022).

Peserta BPJS Kesehatan yang memiliki tunggakan iuran, tidak bisa mengurus adminstrasi publik. Seperti yang telah dipaparkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam Inpres tersebut, seluruh masyarakat wajib menyertakan kartu BPJS Kesehatan yang aktif untuk mengurus beberapa administrasi. Seperti jual-beli tanah, apartemen, perpanjangan SIM dan STNK, hingga ibadah umrah.

Untuk mengecek kepesertaan JKN-KIS pemohon aktif atau tidak, maka bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA) di nomor telepon 08118750400, ataupun VIKA (Voice Interactive JKN) saat menghubungi layanan BPJS Kesehatan Care Center 165.

Lebih lanjut, Andi menuturkan, sepanjang 2021 kemarin, biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan Cabang Semarang di FKTP mencapai Rp 250 miliar. Sementara di FKRTL mencapai Rp 2.1 triliun dalam setahun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *