in

100 Penari Sanggar Greget Hibur Pengunjung UpTown Mall Semarang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sanggar Tari Greget Semarang asuhan Maestro Tari Indonesia Yoyok Bambang Priyambodo, Sabtu (15/6/2024) menggelar Greget Festival Tari #63 di ruang outdoor UpTown Mall BSB Mijen Semarang.

Pentas tengah tahunan ini mendapat perhatian ribuan penunjung mall, selain para orang tua dan keluarga penari yang ikut mengantar dan menonton.

“Kami cukup bahagia karena pentas ini sangat luar biasa dalam menarik perhatian masyarakat yang ada di UpTown Mall. Hampir semua pengunjung meluangkan waktu menonton pentas anak didik sanggar tari Greget. Ada lebih kurang 100 penari membawakan 21 judul tarian yang mengangkat tema alat dapur tradisional. Mereka dari usia Taman Kanak-kanak hingga SMP,” ungkap Yoyok Bambang Priyambodo.

Pentas yang digelar dalam Greget Festival Tari ini merupakan yang ke 63 dan diselenggarakan setiap tahun 2 kali atau pentas tengah tahun. Tujuannya selain mengaktualisasikan ekspresi kemampuan tari siswa-siswi, juga sebagai lanjutan ujian tengah semester dan kenaikan tingkat mereka di sekolah tari Sanggar Greget.

“Pentas ini sengaja kami angkat tema-tema alat dapur tradisional sehingga muncul Tari Piring Sendok, Tari Siwur, Tari Cangkir Sendok, Tari Talenan Pisau, Tari Panci Irus, Tari Ceret Cangkir, Tari Lentera, Tari Cuwek Munthu, Tari Tebah Kasur, Tari Sapu Jagat, Tari Wajan Susruk, Tari Lumpang Alu dan Tari Dhandang Entong,” terangnya.

Menurut Yoyok, sengaja mengangkat alat-alat dapur tradisional karena ingin mengangkat kembali barang atau benda-benda yang dulu menjadi alat kebutuhansehari-hari namun kini mulai dilupakan karena perkembangan teknologi yang telah menggusur dan menggantikannya dengan munculnya alat modern. “Anak-anak tetap kami kenalkan dengan peralatan dapur tradisional agar mereka juga bisa menghargai karya pengrajin. Sehingga ini juga akan membantu para pengrajin karena masih ada yang membutuhkan karyanya. Selain itu dengan bentuk tarian, siswa-siswi tari juga diajarkan estetika cara menggunakan peralatan tersebut sesuai dengan peruntukannya namun juga menarik jika dipandang mata. Seperti bagaimana cara memegang siwur, munthu serta memegang ceret. Estetika ini tentunya tidak lepas dari etika yang ada dalam budaya Jawa,” lanjut Yoyok Bambang Priyambodo.

Pihaknya merasa sangat berterima kasih kepada pihak UpTown Mall BSB yang telah memberi ruang ekspresi dan apresiasi bagi siswa-siswi Sanggar Tari Greget Semarang. Pasalnya melalui Greget Festival Tari #63 yang digelar di ruang terbuka ini mampu menunjukkan eksistensi bahwa tari masih banyak diminati anak-anak dan masyarakat, sehingga ini diharapkan akan mempengaruhi minat pengunjung terhadap tari.

Yoyok optimistis, dengan seringnya pagelaran tari digelar di ruang public maka akan semkin mendekatkan tari kepada masyarakat, mendekatkan budaya kita juga kepada masyarakat.

“Malam ini di UpTown Mall juga banyak dibanjiri anak-anak yang mengenakan baju tari tradisional. Setelah usai menari mereka juga menikmati suasana mall dengan masih mengenakan pakaian tarinya. Tentu ini juga suatu pemandangan yang menarik. Secara tidak langsung kita juga mengenalkan berbagai baju adat atau tari daerah kepada masyarakat. Ini juga membuat anak-anak menjadi tidak malu atau sungkan mengenakan baju daerah berada di mall,” terangnya.

Acara Greget Festival Tari #63 ini sukses di tangani Pimpinan Produksi Sangghita Anjali SSn, Penata Iringan Gending Canadian Mahendra didukung para pelatih dan perias yang tak lain adalah para alumni Sanggar Tari Greget Semarang.

Pada akhir tahun di bulan Desember, Greget Festival Tari #64 menurut Yoyok rencananya akan digelar di Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. (*)

Ajie MH.