in

Upaya Lestarikan Warisan Budaya, Dindikbud Demak Edukasi Jamu Coro di Lingkungan Pendidikan

Edukasi terhadap para pendidik penting dilakukan secara dini agar mereka mensosialisasikan kepada para pelajar atau anak didik dan masyarakat.

DEMAK (jatengtoday.com) – Dalam upaya melindungi dan mengembangkan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak mengadakan sosialisai Jamu Coro kepada guru. Plt Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan dan Kesenian Dindikbud Demak, Endra Faturahman mengatakan, sosialisasi dan sarasehan sendiri dilakukan untuk melestarikan WBTB.

“Ini dalikakukan untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan adat dan tardisi daerah yang merupakan kekayaan budaya asli daerah yang harus dilestarikan oleh semua kalangan masyarakat,” papar Endra saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/12/2022).

Selain itu, edukasi terhadap para pendidik penting dilakukan secara dini agar mereka mensosialisasikan kepada para pelajar atau anak didik dan masyarakat.

“Tentunya untuk mengedukasi masyarakat di lingkungan pendidikan, agar bisa disosialisasikan kepada anak didik secara dini bahwa wedang jamu coro merupakan kuliner khas Demak,” jelasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Budaya, Sarono menambahkan, bahwa sosialisai WBTB dari Dindikbud Demak telah dilakukan beberapa waktu lalu yang diikuti 60 peserta dari guru SD dan SMP se-Kabupaten Demak.

Terkait Jamu Coro, Sarono menjelaskan, bahwa kuliner terdebut merupakan minuman dengan bahan dasar tepung yang dipadukan dengan rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, serai, santan kelapa, dan gula merah.

“Bahan ini membuat rasa minuman itu sedikit pedas, namun manis dan menyegarkan badan. Minuman Wedang Jamu Coro konon sudah ada sejak zaman kasultanan Bintoro,” terangnya.

Camat Karangtengah, Demak, Abas menyebut minuman Jamu Coro merupakan peninggalan dari Raden Patah, raja pertama Kerajaan Demak.

Di wilayah Kecamatan Karangtengah sendiri, usaha jualan Jamu Coro diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Bermula menjajakan dagangan dengan berjualan kaki, kini sudah banyak penjual jamu coro yang menjajakan dagangannya dengan naik motor,” terangnya.

Seagai informasi, Wedang Jamu Coro, minuman khas Kabupaten Demak pernah menyabet juara II kategori minuman tradisional pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021.

Caption foto: Tempat yang biasa digunakan para penjual untuk wadah Jamu Coro

Didikbud Demak saat mengadakan sosialisi Jamu Coro terhadap para tenaga pendidik atau guru se Kabupaten Demak. (*)

Ajie MH.