in

Tahanan Kejari Kota Semarang Dipasangi Gelang GPS agar Tidak Kabur

Alat pendeteksi berupa gelang terpasang di kaki atau tangan tahanan.

Alat pendeteksi terpasang di kaki terdakwa yang menjadi tahanan kota di Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)
Alat pendeteksi terpasang di kaki terdakwa yang menjadi tahanan kota di Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang dipasangi gelang berteknologi global positioning system (GPS) untuk mengantisipasi agar tidak kabur.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Kota Semarang Cakra Nur Budi Hartanto mengatakan, alat pendeteksi berupa gelang yang terpasang di kaki atau tangan tahanan ini diberlakukan sejak 17 Juli 2023.

Sasarannya adalah orang yang sedang menjalani masa tahanan kota maupun tahanan rumah. “Hingga sekarang sudah ada empat tahanan yang diawasi gelang GPS,” jelasnya, Rabu (20/12/2023).

Kata Cakra, gelang pengamanan bisa mempermudah pemantauan terhadap lokasi tahanan. Teknologi ini sekaligus bisa untuk mencegah pelarian atau antisipasi kabur.

Pemasangan gelang pengaman tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan persetujuan dari tahanan.

“Kami juga pertimbangkan kesehatan. Yang memakai harus sehat. Karena dikhawatirkan pemasangan berdampak pada kondisi kesehatan, misalnya ada yang menderita penyakit diabetes, kan bisa menimbulkan luka,” tuturnya.

Cakra menegaskan, gelang pengaman akan berbunyi jika pemakainya terdeteksi ke luar kota tanpa seizin jaksa penuntut umum. Meski sudah dipasang alat ini, tahanan kota dan rumah tetap wajib lapor. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar