in

Pemerataan Kualitas Pendidikan Kunci Sukses Peningkatan Kualitas SDM

Banyak anak-anak di beberapa kabupaten, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar belum mendapatkan pelayanan yang optimal.

TEMANGGUG (jatengtoday.com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Heri Pudyatmoko menegaskan bahwa akses dan pelayanan pendidikan harus merata ke seluruh kabupaten/kota di Jateng.

Hal ini lantaran pendidikan menjadi pondasi dasar dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas sehingga nantinya akan menjadi kekuatan besar dalam pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat harus bisa mendapatkan akses pendidikan serta memperoleh fasilitas maupun pelayanan pendidikan yang layak agar tidak terjadi ketimpangan sosial.

Hal tersebut disampaikan Heri Pudyatmoko dalam Sosialisasi Non Perda dengan tema “Belum Meratanya Kualitas Layanan Pendidikan” yang digelar pada Sabtu (30/10/2022).

“Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk memperoleh hak yang sama di dalam mengakses pendidikan. Tidak ada perbedaan antara si miskin dan si kaya, demikian juga tidak ada bedanya antara masyarakat kota dan masyarakat desa,” kata Heri.

Menurutnya, layanan pendidikan di Jateng masih belum merata. Banyak anak-anak di beberapa kabupaten, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar belum mendapatkan pelayanan yang optimal.

Selain itu ia juga menjumpai beberapa sarana dan prasarana serta fasilitas di suatu sekolah di beberapa titik di Jateng yang dapat dikatakan masih belum layak.

“Permasalahan ini harus menjadi perhatian bersama. Maka perlunya pembenahan dan evaluasi antara pemerintah, pegiat pendidikan, dan masyarakat,” katanya.

Heri menyatakan, kualitas pendidikan akan mencerminkan kualitas SDM-nya. Sehingga pendidikan berperan dalam perubahan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik dan dapat menggerakkan ekonomi suatu daerah.

“Sebab pendidikan dan keterampilan bisa menjadi bekal dalam memperoleh pekerjaan yang layak sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga,” kata Politisi Partai Gerindra tersebut.

Ia menyebut beberapa opsi dapat dijadikan sebagai altermatif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Misalnya memberikan pendidikan gratis sampai titik masuk utama bagi angkatan kerja serta menyediakan kurikulum umum untuk semua anak, terlepas dari latar belakangnya.

“Pada akhirnya pendidikan berfungsi menunjang pembangunan bangsa dalam arti yang luas yaitu menghasilkan tenaga-tenaga pembangunan yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan pembangunan,” ungkap Heri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *