in

Hal-hal Membahagiakan yang Bisa Kamu Beli dengan Uang

Cobalah hidup tanpa paket data, tanpa makan enak, dan abaikan uang.

“Uang bisa membeli makanan, namun tidak bisa membeli rasa enak,” kata orang. Uang tidak bisa membeli kesenangan, rasa damai, namun saya percaya uang bisa menyingkirkan beberapa masalah dalam hidupmu.

Kata “bahagia”, tidak saya salah-gunakan di tulisan ini. Kata yang tidak terlalu mewah dan bukan “tujuan”. Sekaligus tidak sederhana. Beberapa hal membahagiakan dalam hidup, bisa kamu beli dengan uang.

Cobalah hidup dalam jangka waktu lama, tanpa mengandalkan uang, tanpa berlindung secara finansial kepada orang lain. Apakah kamu bahagia dengan kondisi seperti itu? Saya berani jamin, kebanyakan orang tidak akan bisa. Hidup tanpa paket data, tanpa makan enak (tepatnya, menu yang nggak jelas), tanpa pendidikan yang memadai — kemudian katakan kepada diri-sendiri, “Saya bahagia dengan keadaan ini.”. Itu bukan pernyataan kebahagiaan, tetapi tipuan kepada diri-sendiri.

Beberapa hal membahagiakan, bisa kita beli dengan uang. Saya berikan contoh sederhana: mengakses internet dengan paket data unlimited full 30 hari 24 jam nonstop dengan bandwith tinggi. Senang dan tersenyum, kan?

Jika kamu keluarkan uang di pos yang tepat, mungkin kamu bisa mendapatkan lebih banyak masukan. Dan sekali lagi, uang bisa selesaikan beberapa masalah besar dalam hidup ini. Kamu boleh tidak percaya.

Jika boleh memilih, kamu lebih suka mana: pekerjaan rumah ada yang membereskan, atau kamu sendiri yang harus urus semua pekerjaan rumah? Itu bisa dibeli dengan uang.Tidak semua orang bisa sediakan pemberes pekerjaan rumah, itu soal lain.

Saya sering mendengar pertarungan di telepon, antara kawan saya dan isterinya, terkait pengasuhan anak, menjemput sekolah, dll. Ketika ia bisa dapat pengasuh anak yang multifungsi: bisa mengasuh, menjemput, mengajar mengaji, dll. masalahnya selesai. Ketika anak butuh kuliah di tempat bagus, atau jalan-jalan, itu bisa diselesaikan dengan uang. Tepatnya, harus dengan uang.

Ini momen bahagia yang bisa mereka bayangkan: anak kuliah di tempat bagus, mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik dari orang tua mereka. Itu lebih membahagiakan. Dan bisa dibeli dengan uang.

Saya bosan mendengar pertanyaan, “Dana 7 jutaan untuk beli laptop untuk mahasiswa desain grafis, dapat laptop apa?”. Ini cerita sampingan. Banyak terjadi, setelah beberapa toko di online-shop memberikan rekomendasi laptop yang pas untuk harga mahasiswa, mereka berada di spek minimal dan kesulitan melakukan upgrade. Tenang, itu tidak akan terjadi kalau kamu beli laptop kelas high-end. Tidak ada lagi waktu-tunggu, tidak nge-lag, dan pekerjaan lancar. Tahu solusinya? Beli laptop high-end. Itu pakai uang.

Saya pernah mereparasi komputer Desktop seorang kawan. Komputer ini rusak karena trojan, bukan masalah, bisa saya repair, tetapi saya hanya sebatas mengoptimasi kecepatan komputer ini. Yang tidak bisa saya ubah adalah hardware. Komputer ini bukan mempercepat pekerjaan, yang terjadi: sering hang, error, karena 1 masalah: hardware. Pemiliknya, dulu salah beli. Asal beli, menurutnya bagus dan sesuai budget, namun itu harus ia tukar dengan sekian ratus kali menghadapi error. Saya sarankan untuk beli komputer second, di Shopee, dengan spek yang jauh lebih bagus dan lebih murah. Masalah selesai.

Memang, uang tidak membuat masalahnya selesai. Ada faktor lain: kepintaran melihat masalah. Bahwa ketika membeli, pertimbangkan masalah “setelah” kamu memiliki barang itu, jangan sebatas seberapa kuat kamu membeli. Dan uang, dalam hal ini, menyelesaikan masalah kawan saya.

Uang menjadi salah satu penyebab hubungan harmonis. Banyak hubungan retak karena uang. Kita tidak perlu melihat sinetron atau membaca berita untuk mengakui pentingnya uang dalam suatu hubungan. Setidaknya, jumlah dan pembelanjaan yang tepat, bisa membuat orang tersenyum senang.

Kamu berhak mendapatkan waktu istirahat santai, bukan hanya bekerja dan mengurus orang lain melulu. Tidak harus selalu kamu yang urus semua pekerjaan.

Kalau kamu punya biaya ratusan juta, cobalah alokasikan di kebutuhan layanan dan pengalaman, jangan di barang mewah. Sesekali, pikirkan, berapa biaya memelihara mobil mewah dalam setahun, kemudian tukar pada kebutuhan hidupmu yang berkaitan dengan pelayanan dan pengalaman. Kamu bisa lebih sehat dan bahagia, jika mengeluarkan uang di pos yang tepat.

Kedermawanan bisa kamu perlihatkan, untuk memicu orang lain agar ikut menyumbang, dan bentuknya biasanya materi. Kedermawanan memicu kedamaian. Kamu bisa lakukan itu dengan uang.

Bagi orang yang memberikan sesuatu kepada orang lain, mereka bisa tidur tenang, tidak melihat kawan atau tetangganya kekurangan. Itu juga bisa dilakukan dengan uang. Jangan dikira, hal tersebut tidak menenangkan dan membahagiakan bagi orang yang memberi.

Jika saja ia beli produk bagus, waktunya akan lebih efisien, dan produktivitas kerjanya menaik.

Kenali masalah yang tidak dapat kamu selesaikan. Mungkin kamu tidak punya kemampuan, energi, atau waktu, untuk mengatasi itu. Selesaikan dengan uang sebisa mungkin.

Sebelumnya, saya menolak prinsip tersebut. Sebisa mungkin, ingin saya lakukan sendiri. Kenyataan, saya bukan ahli dalam semua hal.

Seorang single mother, yang beberapa kali bertemu saya, bercerita bahwa ia bekerja keras agar anaknya mendapatkan perhatian. “Sekarang, anak saya belajar bela diri dan pemrograman.” Saya melihat kegembiraan seorang ibu yang bangga mencari uang untuk menutup hal-hal yang tidak bisa ia selesaikan.

Contoh lain lagi, jaminan kesehatan dan jaminan kerja. Mana yang lebih tenang: bekerja dengan jaminan kesehatan dan jaminan kerja, atau tanpa itu? Jaminan kesehatan, tidak hanya berasal dari kebiasaan hidup sehat. Orang bisa sakit sewaktu-waktu. Jaminan kesehatan, bisa kamu beli dengan uang. Saya bekerja di tempat yang memberikan jaminan BPJS kesehatan dan jaminan kerja. Saya sebisa mungkin merawat kesehatan, agar asuransi tersebut tidak perlu terpakai, namun saya memang perlu jaminan. Selain itu, saya mendalami ilmu produktivitas, kesehatan mental, dll. Aspek non-fisik (sebenarnya, fisik juga) yang bisa membuat hidup saya lebih “terpenuhi”.

Paket data yang selalu premium, tidak membuatmu terhambat belajar dan memperoleh hiburan. Komunikasi lancar. Melihat anak memperoleh kesejahteraan tinggi, membuat pikiran kita tenang.

Dan jangan bandingkan “kesejahteraan” dengan “kesalehan”, karena ukuran keduanya sudah berbeda jauh. Tidak bisa dibandingkan. Namun melihat anak tersenyum senang, mendapatkan pengalaman baru jalan-jalan, kuliah sesuai jurusan yang ia suka, hanya bisa didapatkan dengan uang. Jika “memberi itu membahagiakan”, orang di sekitarmu sangat senang jika kamu memberinya uang — bukan hanya senyuman.

Mengerjakan ide-ide besar, itu menyenangkan, dan membutuhkan uang.

Dan kalau jam sekarang, di usia sekarang, kamu masih bekerja, percayalah bahwa hasil pekerjaan itu bisa membuatmu bahagia. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.