in

Mantra Sakti dan 3 Pertanyaan Ketika Kamu Malas Baca

Kamu perlu mantra dan pertanyaan ini. Masalah malas baca akan menjadi masalah yang mudah kamu atasi.

MANTRA SAKTI. Agar tidak malas baca, baca mantra ini, "Saya cinta diri saya di masa depan". Lanjutkan dengan 3 pertanyaan sebelum membaca. (Credit: Alexei Morozov)

Ketika berhadapan dengan “nanti”, yang belum jelas, saya tidak mau mengandalkan “positive thinking“. Sangat berbahaya. Selain tidak menyelesaikan masalah, “positive thinking” sering menutupi masalah sebenarnya.

Saya tidak malu menyatakan, “Saya takut menghadapi ini..”, atau “Saya tidak tahu pasti tentang ini..”, atau, “Saya sama sekali tidak yakin..”. Ketakutan ini bagus kalau berhasil saya identifikasi, jadi saya tahu bagian mana yang lemah, bagian mana yang perlu perbaikan.

Tim Ferriss menjelaskan ini sebagai “fear settings”, pengaturan rasa takut.

Baca: 3 Langkah Menang Melawan Rasa Takutmu

Mantra Sebelum Baca Buku

Saya punya 1 mantra, yang membuat semua masalah yang sedang saya alami, bisa saya singkirkan dengan mudah. Mirip saklar “on off” di lampu listrik. Ini saya lakukan ketika mau belajar tetapi malas, atau ketika depresi dan ketakutan datang, atau semua mengarah ke jalan-buntu (dead-end).

Ini mantra saya: “Saya sangat mencintai diri saya di masa depan.”.

*) Yang saya maksudkan dengan “masa depan” itu apa yang terjadi sejam mendatang, sehari lagi, setahun, pokoknya setelah “sekarang”. Tergantung situasi dan apa yang akan saya baca.

Terdengar narsis? Seperti afirmasi kosong? Tidak. Saya membuktikan mantra itu, untuk diri sendiri, dan selalu berhasil.

Sebagai pembuktian, saya menulis banyak content terkait baca buku dan ringkasan buku. Saya baca 2 buku setiap minggu.

Saya suka baca artikel premium dan buku. Apakah itu berarti saya selalu bersemangat membaca? Tidak. Saya berhadapan dengan kantuk, pekerjaan lain belum selesai, ingin nonton film, atau ngobrol dengan kawan-kawan.

Saya akan ceritakan, bagaimana mantra itu bisa “work” dalam menghadapi kemalasan saya ketika mau membaca atau bekerja.

Contohnya, kejadian ini..

Pada suatu pagi, seperti biasanya, saya scroll artikel panjang tentang cara dapat uang dengan “liquidity pools”. Ini termasuk masalah YMYL (Your Money Your Life), di mana artikel ini berkaitan dengan “uang” dan “hidup” saya. Harus serius saya baca. Dan saya malas (di awal) ketika lihat indikator: “26 menit dibaca”. Lebih dari 3500 kata. Bukankah lebih enak kalau saya tunda ini, lanjutkan menonton film dulu? Singkatnya, saya bertemu dengan rasa malas, gangguan, dan ajakan lain.

Yang kemudian saya lakukan adalah mengucapkan mantra, “Saya sangat mencintai diri saya di masa depan.”.

Keadaan berubah. Akhirnya, saya menang. Memilih menomorsatukan pekerjaan dan membaca. Bukan aktivitas lain yang tidak menjadi prioritas saya. Hanya satu keinginan: diri saya di masa depan.

3 Pertanyaan Ketika Kamu Malas Baca

Khusus mengenai membaca, saya punya 3 pertanyaan, yang bisa membuat saya suka membaca.

Ketika “malas” atau “stress” membaca suatu literatur yang saya anggap bagus, mantra itu menjadi 3 pertanyaan berikut:

Apa yang terjadi pada diri saya di masa depan, jika saya tidak membaca ini?

Biasanya, saya jadi terbayang kejadian menyedihkan di masa depan ketika saya melewatkan bacaan penting. Sesuatu yang seharusnya bisa saya pahami sekarang, menjadi “masalah” ketika saya terlambat membaca. Kawan saya akan bertanya, “Jadi kamu tidak mengerti liquidity pools? Jadi kamu tidak tahu core update Google terbaru ini?”. Jika itu berkaitan dengan hidup dan keuangan saya, namun saya tidak tahu, akan menjadi peristiwa memalukan dan masalah besar. Saya tidak mau. Saya harus baca itu.

Tidak semua bacaan harus saya baca. Saya bukan pengidap penyakit FoMo (fear of missing out), takut ketinggalan. Tidak. Hanya yang berlabel “YMYL” (Your Money Your Life) yang saya baca. Kalau tidak berkaitan dengan hidup dan uang saya, tidak akan menjadi prioritas baca.

Saya sudah tahu ini, mungkin ada update yang saya belum tahu?

Ketika mengikuti tag “news seo”, itu berarti saya baca content yang berkaitan dengan optimasi mesin pencari, terkait berita (Google News). Setiap hari saya ikuti topik itu.

Tidak semuanya saya baca. Misalnya, di tengah scroll artikel panjang, jika saya sudah tahu, saya akan scroll ke bawah, hanya untuk mencari apa yang saya belum tahu.

Membaca tidak lagi skimming (baca teliti). Saya membaca scanning (mencari sesuatu, mengabaikan lainnya).

Dengan kata lain, semakin kita mengikuti topik, kita akan semakin pintar dan tidak kehilangan banyak energi. Apa yang kita pahami sebelumnya, masih selalu terpakai ketika membaca artikel berikutnya.

Banyak kawan saya menolak membaca artikel, hanya karena merasa sudah mengerti topik yang sedang dibicarakan, namun melupakan ada update. Informasi, data, aplikasi, hubungan, apa saja, semua perlu update.

Lawan dari update adalah.. Ketinggalan. Usang. Tidak “work“. Dan itu memalukan sekali untuk suatu pekerjaan.

Bisakah hidup dan pekerjaan saya menjadi lebih baik setelah baca ini?

Nah, itulah tujuannya. Tindakan.

Apa artinya kita membaca kalau endingnya bukan tindakan? Apa artinya saya mengikuti suatu topik kalau tidak menjadi expert (ahli) di topik itu? Apa artinya kalau saya tidak bertindak (action) setelah membaca? Dan untuk melakukan ini, saya harus lebih baik.

Pertanyaan ketiga ini, mengarah kepada keinginan untuk “better and faster“. Menjadi lebih baik dan lebih cepat, daripada sebelumnya.

Saya sedang mengikuti keinginan diri saya di masa depan, bukan diri saya yang sekarang. Di masa depan, saya ingin menjadi orang yang tahu dan bisa menangani pekerjaan ini lebih baik dan lebih cepat.

Ketika kamu malas belajar, ingatlah ketiga pertanyaan tadi. [dm]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *