in

Bajaj Maxride Tegaskan Komitmen Layani Warga Solo, Hadirkan Transportasi Inklusif

SOLO (jatengtoday.com) – Bajaj Maxride menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan transportasi di Kota Solo sebagai bagian dari upaya menghadirkan moda transportasi yang inklusif dan beragam bagi masyarakat. Kehadiran Bajaj Maxride di Solo disebut bukan untuk menggantikan transportasi yang sudah ada, melainkan melengkapi pilihan mobilitas warga.

General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano, mengatakan layanan Bajaj Maxride memiliki segmentasi berbeda dengan ojek online (ojol). Bajaj Maxride mengandalkan kendaraan roda dua dan roda tiga yang memiliki fungsi lebih fleksibel, tidak hanya untuk angkutan penumpang, tetapi juga kebutuhan operasional dan niaga.

“Bajaj memiliki karakteristik tersendiri. Selain mengangkut penumpang, juga bisa dimanfaatkan untuk shuttle hotel, kawasan wisata, hingga angkutan barang operasional,” kata Antonio, Kamis (22/1/2026).

Pengalaman di Yogyakarta menunjukkan pemanfaatan Bajaj cukup efektif untuk mendukung kawasan wisata dan area komersial. Model tersebut dinilai relevan diterapkan di Solo yang dikenal sebagai kota budaya dan tujuan wisata.

Antonio menegaskan kehadiran Bajaj Maxride di Solo bertujuan mendukung keberagaman moda transportasi agar saling melengkapi. Dengan banyaknya pilihan, masyarakat dapat menyesuaikan moda transportasi sesuai kebutuhan.

“Kami tetap melayani warga Solo. Dari pemantauan media sosial, banyak masyarakat yang memberikan dukungan dan berharap Bajaj Maxride tetap beroperasi di Solo,” ujarnya.

Selain itu, Bajaj Maxride membuka peluang kolaborasi dengan pengemudi ojek online. Driver ojol dipersilakan bergabung menjadi mitra driver Bajaj Maxride sebagai bentuk layanan transportasi yang inklusif.

Regional Manager Central Java Bajaj Maxride, Bayu Subollah, menyampaikan pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan komunitas ojol di Solo untuk menjaga ketertiban dan keamanan operasional.

“Kami sudah berkoordinasi dengan lima komunitas ojol di Solo dan berencana menggelar kopdar bersama. Kami ingin membangun ekosistem transportasi yang rukun dan saling mendukung,” jelas Bayu.

Dari sisi kesejahteraan mitra, Bajaj Maxride mencatat potensi penghasilan driver di Solo cukup menjanjikan. Berdasarkan data internal Desember 2025, pendapatan driver Bajaj Maxride dinilai kompetitif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan kolaboratif dan pemanfaatan kendaraan multifungsi, Bajaj Maxride optimistis dapat menjadi bagian dari solusi transportasi yang mendukung mobilitas warga dan pembangunan Kota Solo secara berkelanjutan. (*)