in

Mengapa Bekerja di Kafe Membuat Pikiran Lebih Kreatif

Kamu bisa pakai website ini sebagai kawan bekerja, yang berkaitan dengan fokus dan kreativitas.

MyNoise.net

Website ini bisa menjadi teman yang baik ketika bekerja dari rumah, di depan laptop.

Mengapa suara suasana kedai kopi itu bagus untuk memicu pikiran kreatif?

Menjauh dari kebiasaan buruk dan gangguan dari kantor dan rumah.

Dalam obrolan dunia nyata, ini yang terjadi: pikiran manusia cenderung menganggap “suara” sebagai “ucapan”. Terutama di dunia yang terlalu mengandalkan bahasa. Orang diminta untuk berbicara dengan “jelas” agar orang lain paham dengan apa yang ia ucapkan.

Suara terlalu sering dihubungkan dengan bahasa, yang bermakna verbal. Itu sebabnya, kantor dan rumah cenderung membuat orang tidak kreatif. Terlalu banyak gangguan.

Pikiran dipaksa untuk terus-menerus berkonsentrasi mengartikan “suara ini”. Fokus sering kacau karena pikiran memproses suara latar, menyela, dan meminta perhatian kamu ketika seseorang di kantor atau rumah, mengucapkan sesuatu.

Jalan paling aman dan kreatif adalah bekerja di tengah suara latar yang mendekati suara ucapan manusia, tanpa kata-kata yang dapat dilihat.

Kamu perlu suara latar (ambient) dan noise, yang seperti ucapan manusia, namun sebenarnya tidak. Kamu perlu mendengarkan indistinct chatter (percakapan yang tidak jelas), suara gelas di atas meja, bel meditasi, atau “musik” yang bukan ucapan manusia.

Gunakan headset. Atur di volume tinggi. Dengarkan suara ambient dan noise, bukan suara percakapan manusia.

Dengan cara seperti ini, kamu lebih mudah fokus dan lebih kreatif. Pikiran akan tidak kelelahan karena tidak dipaksa menerjemahkan arti ucapan manusia di sekitarmu. Tidak ada lagi gangguan.

Itu sebabnya, selama sedang bekerja, saya memilih tidak mendengarkan lagu. Apalagi jiia saya tahu cerita di balik lagu itu, atau punya kenangan atas lagu itu.

Kalau mendengarkan lagu, saya lakukan ketika break 5-10 menit, sebagai reward ketika saya berhasil menyelesaikan 1 pekerjaan kecil. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.