BOYOLALI – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 159 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang telah menyelesaikan grand design pengembangan identitas dan strategi pemasaran Desa Wisata Dusun Banaran, Boyolali. Program ini mencakup pembuatan booklet promosi, brand guideline dan strategi pemasaran, serta guidebook khusus untuk pengelola desa wisata.
Inisiatif ini lahir dari observasi terhadap potensi unik Dusun Banaran yang dikenal dengan kekayaan seni ukir tembaga khasnya. Potensi ini dinilai memiliki nilai jual tinggi apabila dikemas secara tepat dan menarik. Keindahan alam yang menawan ditambah dengan udara pedesaan yang sejuk menjadi ciri khas Dusun Banaran yang terletak di Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Oleh karena itu, grand design ini hadir sebagai bentuk inisiatif lokal yang dikembangkan dengan pendekatan kreatif dan riset lapangan, untuk memberikan solusi komunikasi terpadu dan pengelolaan wisata yang profesional.
Salah satu konsep unggulan dalam grand design ini adalah pengembangan wisata edukatif berbasis homestay, yang tidak hanya menawarkan pengalaman berkunjung, tetapi juga kesempatan untuk tinggal dan belajar langsung dari masyarakat Dusun Banaran.
Wisatawan diajak untuk merasakan kehidupan desa secara autentik dengan tinggal di rumah warga, menikmati hidangan yang sama dengan keluarga tuan rumah, serta berpartisipasi dalam kegiatan harian masyarakat.
Melalui program ini, wisatawan dapat mengikuti lokakarya seni ukir tembaga bersama para pengrajin lokal. Aktivitas ini menjadi sarana edukatif yang memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Dusun Banaran, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat melalui sektor pariwisata partisipatif.
“Tujuan kami adalah membantu Dusun Banaran memiliki identitas visual dan strategi promosi yang konsisten dan profesional, sehingga dapat meningkatkan daya tarik wisata serta memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal,” ujar David, Ketua KKN Tim 159, Jumat (25/7/2025).
Tiga produk utama yang dikembangkan dalam grand design ini antara lain:
Booklet Promosi: berisi informasi menarik mengenai daya tarik wisata, produk unggulan ukiran tembaga, aktivitas wisata dan lain-lain.
Brand Guideline dan Strategi Pemasaran: panduan visual mencakup logo, warna, tipografi, serta strategi segmentasi, targeting, dan positioning serta strategi pemasaran online dan offline.
Guidebook untuk Pengelola: panduan praktis dalam menjalankan operasional desa wisata, pengelolaan SDM, dan strategi berkelanjutan dalam menjaga kualitas layanan wisata.
Dengan adanya dokumen-dokumen ini, diharapkan pengelolaan dan promosi Desa Wisata Dusun Banaran menjadi lebih terarah dan profesional, serta membuka peluang lebih besar untuk menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. (*)
Artikel ini disusun oleh Tim KKN-T 159 Universitas Diponegoro
