in

Mendikbud Didesak Tetapkan Hari Wayang Nasional

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sejak 7 November 2003, UNESCO telah menetapkan wayang sebagai warisan budaya dunia. Tanggal 7 November juga dikukuhkan sebagai Hari Wayang Dunia. Namun, pemerintah Indonesia selaku pemilik budaya wayang sendiri belum menetapkan Hari Wayang Nasional.

Hal ini menimbulkan kegelisahan para pecinta wayang, termasuk beberapa komunitas karawitan dan pewayangan di Kota Semarang.

Pemilik gedung Monod Diephuis Agus Suryo Winarto mengatakan para pegiat wayang dan dalang di Kota Semarang galau dengan kondisi tersebut. “Ini keresahan temen-temen pegiat wayang dan dalang. Banyak komunitas wayang di republik ini sudah berkirim surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2016. Nah, sampai hari ini, sudah dua tahun belum ada titik terang,” ujar Agus saat penetapan Gedung Monod Diephuis sebagai tempat berkesenian di Kota Lama Semarang, Sabtu (10/11/2018).

Harapan tersebut disampaikan kepada Direktur Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Restu Gunawan yang hadir dalam acara itu.

Agus menambahkan, atas nama pecinta wayang dirinya berharap Kemendikbud bisa mendengar harapan dan keluhan pegiat seni secara langsung. Sehingga Hari Wayang Nasional bisa segera ditetapkan, tidak ditunda-tunda lagi.

Menurutnya, penetapan ini sebagai
bentuk penghargaan atas mereka yang mau nguri-uri budaya lokal. Dia tidak rela jika kelestarian wayang hilang karena tidak ada perhatian serius dari pemerintah. “Jangan sampai budaya khas Indonesia putus mata rantainya sebab tidak ada generasi yang meneruskan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan menyampaikan, prosedur untuk menjadikan Hari Wayang Nasional cukup rumit. Sebab, penetapan itu harus menggunakan payung hukum Perpres, bukan hanya Permendikbud.

“Faktor kenapa belum ditetapkan sebagai hari nasional sebenarnya hanya masalah prosedur saja. Karena memang kalau jadi Perpres harus melibatkan beberapa instansi,” ujarnya.

Untuk sekarang ini, menurut Restu yang terpenting melakukan aksi dulu. Aksi itu adalah bagaimana nilai-nilai wayang yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia bisa disebarkan kepada masyarakat. Maka diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

“Saya kira lebih penting kita fokus kepada aksi, nanti kami akan urus bersama-sama dengan teman yang lain untuk segera menetapkan Hari Wayang Nasional ini,” katanya.

Ditanya terkait target kapan penetapannya, Restu tak bisa berspekulasi. “Target sih nggak ada, tapi yang penting sekarang lagi kami urus,” ujarnya. (*)

editor : ricky fitriyanto