in

Korupsi Bank Mandiri Semarang Rp112 Miliar Segera Dilimpahkan Kejaksaan

Penyidik telah menetapkan enam tersangka, termasuk Pimpinan Cabang Bank Mandiri Semarang.

Kejati Jateng menangani kasus korupsi Bank Mandiri Semarang
Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menjelaskan progres penanganan perkara dugaan korupsi Bank Mandiri Semarang yang merugikan negara Rp112 miliar.

“Dalam waktu dekat perkara ini akan dilimpahkan penyidik ke penuntut umum,” ujar Asintel Sunarwan melalui Kasi Penkum Kejati Jateng, Arfan Triono, Senin (4/3/2024).

Kasus korupsi ini terkait dengan pemberian fasilitas kredit Bank Mandiri Semarang kepada PT Citra Guna Perkasa dan PT Harsam Indo Visitama pada 2016 silam.

Penanganan kasusnya telah melalui proses panjang. Awalnya korupsi ini diusut Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung, kemudian diserahkan ke Kejati Jateng.

Sejak pertenganan 2022, tim dari Kejati telah memanggil para saksi guna mencari kecukupan alat bukti untuk mengungkap tindak pidana korupsi pada bank milik pemerintah itu.

Sejauh ini, kata Arfan, penyidik Kejati Jateng telah menetapkan enam orang tersangka.

Tiga tersangka merupakan pihak bank. Yakni Bambang Suprabowo yang dulu menjabat Pimpinan Cabang (Pinca) Bank Mandiri Semarang, serta Lestin dan Anaid selaku account officer Bank Mandiri Semarang.

Sementara tiga tersangka lainnya dari pihak swasta yang merupakan debitur. Mereka adalah Agus Hartono, Edward Setiadi alias Donny Iskandar Sugiyo Utomo, serta Agung Samudera.

Para tersangka diduga bersekongkol untuk meloloskan fasilitas kredit dengan cara yang tidak benar. Akibat perbuatan tersebut, negara ditaksir mengalami kerugian hingga Rp112 miliar.

Arfan menambahkan, saat ini Kejati Jateng juga tengah mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada rangkaian kasus yang sama di Bank Mandiri Semarang. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar