in

Komisaris PT Dieng Persada Nusantara Akui Dapat Jatah Proyek

Kedua proyek tersebut disepakati ada pemberian fee sebesar 10 persen yang diserahkan kepada orang dekat bupati.

Sejumlah saksi dimintai keterangan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono di Semarang, Jumat (25/3/2022). ANTARA/I.C. Senjaya

SEMARANG (jatengtoday.com) – Komisaris PT Dieng Persada Nusantara Firman Hartoyuwono diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi dan gratifikasi proyek di Dinas PUPR Kabupaten Banjarnegara dengan terdakwa Eks Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan orang dekatnya, Kedi Afandi, di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (25/3/2022).

Firman yang juga Eks sukarelawan pemenangan Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono saat pilkada itu mengaku memperoleh jatah proyek pada tahun 2017 dan 2018..

Kedua proyek tersebut masing-masing peningkatan ruas Jalan Kepakisan-Sileri-Bitingan senilai Rp 3,9 miliar pada tahun 2017 dan peningkatan ruas Jalan Pekasiran hingga perbatasan Kabupaten Batang senilai Rp 3,8 miliar 2018.

Menurut dia, dari kedua proyek tersebut disepakati pemberian fee sebesar 10 persen yang diserahkan kepada Kedi Afandi.

Ada pun perincian besaran fee yang diberikan, kata dia, masing-masing Rp 390 juta dan dan Rp 380 juta.

“Penyerahan dalam beberapa tahap, saat uang muka atau termin pembayaran cair,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Rochmad tersebut.

Selain itu, lanjut dia, fee yang sudah disepakati itu selalu diserahkan dalam bentuk tunai.

Sebelumnya diberitakan, Budhi Sarwono didakwa menerima suap Rp 18,7 miliar dan gratifikasi Rp 7,5 miliar dari berbagai proyek yang diduga melibatkan tiga perusahaan miliknya.

Budhi dijerat dengan Pasal 12 huruf i dan 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.