in

Kebijakan yang Kuat dan Terarah Bantu Kembangkan UMKM

UMKM juga berperan dalam mengangkat potensi dan kearifan lokal di masing-masing daerah, tidak terkecuali di Jateng.

MAGELANG (jatengtoday.com) – Meski sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, sektor perekonomian masyarakat mulai bangkit dan bergerak hingga perlahan-lahan pulih kembali. Hal ini lantaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kembali bergeliat.

UMKM sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi masyarakat. Sehingga kehadiran UMKM harus benar-benar mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak.

Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Heri Pudyatmoko dalam Sosialisasi Non Perda bertema “Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil” pada Minggu (23/10/2022).

Heri menilai bahwa UMKM telah menyelamatkan masyarakat yang telah diberhentikan atau kena PHK pada saat pandemi. Pasalnya pelaku UMKM di antaraya ialah pekerja yang telah kena PHK.

“Gelombang PHK pada saat pandemi memang luar biasa dan UMKM telah menyelamatkan mereka. UMKM menjadi alternatif solusi masyarakat untuk merintis usaha kecil-kecilan secara pribadi,” kata Heri Pudyatmoko.

Maka, politisi Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa dukungan dan pendampingan terhadap pelaku UMKM harus terus diperkuat. Terutama para pelaku UMKM yang baru dan mengalami kendala.

“Mereka harus diberi bantuan dan pendampingan khusus. Misalnya dengan pelatihan, cara mengurus NIB, fasilitas pemasaran produk dan promosi di media sosial,” lanjut Heri.

Ia melanjutkan, UMKM juga berperan dalam mengangkat potensi dan kearifan lokal di masing-masing daerah, tidak terkecuali di Jateng.

Heri mengatakan, hal tersebut menjadi nilai jual lebih yang berpotensi menarik minat wisatawan atau pengunjung dari luar untuk membelinya.  “Jika ada transaksi di sana pastinya masyarakat sendiri yang akan memperoleh hasilnya. Makanya harus terus didukung supaya nanti ekonomi masyarakat dapat terjamin,” ungkap Heri.

Husen, salah satu pelaku UMKM yang bergerak di bidang batik menyatakan bahwa kendala yang saat ini dihadapinya ialah soal promosi dan pemasaran produk. “Padahal produk kami sudah siap bersaing. Sehingga kami harap ke depannya ada pelatihan promosi di media sosial dan bagaimana cara menarik minat masyarakat,” ungkapnya. (*)

Ajie MH.