in

Ini Golongan yang Berisiko Terinfeksi Virus Corona

SEMARANG (jatengtoday.com) – Jumlah pasien hipertensi dan diabetes mellitus meningkat selama pandemi corona. BPJS Kesehatan Cabang Semarang memandang perlu untuk menyelenggarakan Updating Tatalaksana Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi pada Masa Pandemi Covid-19 bagi dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam kegiatan Mentoring Spesialis.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Kariadi Semarang, Ayudyah Suryani mengatakan, ada dua golongan risiko sangat tinggi dan risiko tinggi terpapar corona. Untuk golongan risiko sangat tinggi antara lain lansia di atas 70 tahun, telah melakukan transplantasi organ, pasien kanker, pasien imunoterapi, transplantasi sumsum atau stemcell selama 6 bulan dan masih mendapatkan obat-obatan imunosupresan, pasien dengan respirasi berat, dan penderita jantung berat atau hamil.

Sedangkan golongan risiko tinggi meliputi lansia 60 tahun, kondisi paru yang tidak terlalu berat, gangguan jantung hipertensi dan diabetes mellitus, obesitas, kanker dengan kondisi imunosupresi, gangguan syaraf.

“Dapat kita garis bawahi bahwa hipertensi, diabetes dan obesitas termasuk dalam kelompok risiko tinggi, mengingat beberapa laporan disebutkan bahwa pasien Covid-19 yang mengalami komorbid hipertensi berkembang mengalami kondisi yang berat. Bahkan beberapa membutuhkan ventilator support di Cina diungkapkan sebanyak 20-30 persen kasus, dan perlu diketahui dengan adanya faktor hipertensi dan diabetes ini tidak menyerang pada kelompok usia tertentu,” jelasnya, Sabtu (6/6/2020).

BPJS Kesehatan sebelumnya telah mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis yang merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan promotif preventif, kuratif serta rehabilitatif bagi penderita penyakit kronis di FKTP.

Peserta dengan penyakit hipertensi dan Diabetes Mellitus akan dikelola dalam Program Prolanis agar status kesehatannya terkendali.

Selama pandemi ini, BPJS Kesehatan juga responsif untuk melakukan gerakan physical distancing. FKTP mitra BPJS Kesehatan Cabang Semarang dihimbau untuk mengoptimalkan sistem antrean elektronik serta pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN untuk melakukan komunikasi dan konsultasi dengan peserta.

Selain itu FKTP juga bisa memberikan pelayanan via telepon/ WhatsApp/ Telegram/Aplikasi Telekonsultasi lainnya. Untuk itu, seluruh FKTP diminta untuk mencantumkan dan membagikan nomor telepon dokternya untuk memudahkan pasien yang ingin konsultasi melalui telepon.

“Untuk pelayanan obat bagi pasien penyakit kronis sekaligus juga sebagai peserta Program Rujuk Balik (PRB) guna meminimalisir kontak pasien dengan dokter dan petugas apotek, dokter FKTP akan menuliskan resep seperti biasa dan mengirimkan foto resep tersebut melalui WhatsApp kepada petugas apotek. Selanjutnya obat dapat dikirimkan oleh kurir Apotek maupun melalui jasa pengiriman pihak ketiga (grab/gojek),” tutur Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Cabang Semarang, Asri Wulandari. (*)

editor : tri wuryono