in

Ibu, Citra Perempuan Indonesia

Memaknai peran dan peluang perempuan Indonesia di Hari Ibu.

“Bagi banyak orang, ibu adalah sosok yang sangat istimewa. Besarnya perhatian dan pengorbanan ibu kepada anak-anaknya tergambar dalam ungkapan “kasih ibu sepanjang jalan”. Tidak ada ujungnya. Bagi banyak orang, makanan paling enak adalah masakan ibu. Tempat yang paling aman adalah pelukan ibu. Figur ibu dijadikan teladan. Nasihatnya didengarkan dan ditaati”.

Hari ini, 22 Desember 2021 diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia. yang sering dirayakan setiap 22 Desember memiliki latar belakang sejarah panjang dan penuh perjuangan yang diprakarsai oleh para pejuang perempuan waktu itu.

Jika di Amerika, penetapan Hari Ibu dilatarbelakangi oleh ide Ms Anna Jarvis untuk menciptakan hari untuk menghormati Ibu. Maka di Indonesia, dipilihnya hari bersejarah, 22 Desember ini bermula dari semangat wanita Indonesia untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Proses ini berawal dengan Kongres I Perempoean Indonesia di Yogyakarta pada 22 Desember 1928 yang dihadiri 30 organisasi wanita dari 12 Kota di Jawa dan Sumatera yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempoean yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Kowani adalah organisasi wanita yang terinspirasi para pahlawan perempuan Indonesia, Kartini, salah satunya.

Kongres bertujuan menyatukan organisasi perempuan untuk memajukan nasib perempuan dengan agenda utama peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan; peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa. Juga agenda perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, serta agenda lainnya.

Menariknya, pada Kongres Perempoean Indonesia II tahun 1935 di Jakarta, beberapa keputusan penting yang dilahirkan: kewajiban utama Wanita Indonesia ialah menjadi ‘Ibu Bangsa’ yang berarti berusaha menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan kebangsaannya. Baru pada Kongres Perempoean III tahun 1938 di Bandung, ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai ‘Hari Ibu’.

Perempuan Masa Kini

Memaknai hari ibu di zaman manapun kita berada seharusnya ada spirit kasih sayang dengan orientasi melakoni zaman saat ini. Konsekuensiya dengan mudahnya akses teknologi setiap orang dengan mudah beraktivitas dengan efisien yang lebih mobile melalui jaringan internet. Ini adalah era terbaik bagi generasi republik ini karena Indonesia saat ini tengah memperoleh jendela kesempatan demografi (demographic window of opportunity).

Berdasarkan data hasil SP2020 BPS Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk pada bulan September 2020 sebanyak 36,52 juta jiwa. Menurut jenis kelamin, jumlah tersebut terdiri atas 18,36 juta jiwa laki-laki atau 50,29% dari penduduk Jawa Tengah sementara jumlah penduduk perempuan 18,15 juta jiwa, atau 49,71% dari penduduk Jawa Tengah.

Dewasa ini banyak perempuan masa kini yang aktif dengan kegiatan sosial dan juga pekerjaannya, seiring dengan meningkatnya pengalaman, ilmu dan pendidikan yang ditempuhnya, kegiatan perempuan masa kini tidak lagi hanya sebatas dapur, sumur, dan kasur seperti istilah orang tua zaman dahulu. Mereka mulai mengembangkan kiprah sesuai dengan passion mereka, sesuai dengan bidang yang ingin ditekuninya, namun tentu saja dengan tidak melupakan perannya sebagai perempuan, baik sebagai isteri ataupun sebagai ibu yang kegiatannya ini tidak mengesampingkan kewajibannya, dan tentu juga harus mendapat dukungan penuh dari keluarga, suami dan anak-anaknya.

Perempuan mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan dengan laki-laki, perempuan bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama (multitasking), perempuan juga biasa berbagi peran yang disebut multiperan, jika di rumah dia bisa menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya dan menjadi seorang istri bagi suaminya, dalam pekerjaannya dia bisa menjadi pemimpin, karyawan atau apa saja, bahkan terkadang pekerjaan keras yang membutuhkan tenaga laki-laki pun bisa dijalaninya.

Peran ganda seorang perempuan dalam ranah domestik dan publik menjadi aspek yang tak terbantahkan. Perempuan turut berperan dalam skala pembangunan bangsa tercermin dalam peranan dan perjuangannya di sektor publik. Negara dalam hal ini juga sudah memberikan peluang untuk para perempuan, misalnya bagi perempuan yang ingin terjun ke dunia politik dengan memberikan kuota 30% dalam parlemen.

Dalam lingkup areal rumah tangga, sosok perempuan sangat mulia dalam mengandung, melahirkan, dan mendidik anak-anaknya. Peranan perempuan ini menjadikannya tokoh sentral sekaligus penentu kualitas generasi penerus bangsa. Pada tahun 2020, BPS Jawa Tengah mencatat bahwa sebanyak 32,26% perempuan 15 tahun ke atas hanya berfokus mengurus rumah tangga (Sakernas, Agustus 2020)

BPS Jawa Tengah juga mencacat pekerja laki-laki lebih banyak dibanding pekerja perempuan baik pada pekerja formal maupun informal. Hal ini tercermin pada data yang ditunjukkan pada Tahun 2020 sebanyak 39,99% perempuan bekerja sebagai pekerja formal dan 43,95% bekerja sebagai pekerja informal (Sakernas Agustus 2020).

Selanjutnya peran Perempuan Indonesia di masa kini ini juga tercermin pada perannya di sektor perekonomian. Data dari Survei Industri Mikro Kecil (IMK) BPS tahun 2019 menunjukkan bahwa sebanyak 48,22% pengusaha Industri Kecil dan Menengah adalah perempuan.

Secara rinci, pelaku usaha perempuan ini terlihat pada industri berskala mikro yaitu industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang. Perempuan juga banyak terserap pada sektor jasa-jasa. Belum lagi peran wanita sebagai pekerja di perusahaan kian penting dan dituntut untuk terus inovatif serta adaptif menghadapi perubahan yang ada di Era Industri 4.0. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) (Sakernas Agustus 2020) justru menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan hanya sebesar 57,54%, sedangkan TPAK pria telah mencapai 81,68%.

Dalam memperingati hari Ibu kali ini di masa pandemi COVID-19, mari kita kembalikan makna Hari Ibu yang dulu digagas oleh para perempuan tangguh sebelum kita, bagaimana melanjutkan estafet cita-cita menjadi ‘Ibu Bangsa’, melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, menciptakan lingkungan pendidikan yang baik, mencerdaskan, membangun akhlak mulia, mendidik anak-anak dengan tauladan, melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter sekaligus memberi sumbangsih pembangunan bangsa, berkumpul dengan masyarakatnya, turut memberi sumbangsih untuk lingkungannya, sadar dan aktif terlibat dalam isu-isu strategis.

Bersama, kita bisa. Selamat Hari Ibu untuk ibu-ibu hebat di seluruh tanah air tercinta, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *