in

Peringatan Hari Ibu di Kota Lama Justru Bikin Repot Ibu-ibu

SEMARANG (jatengtoday.com) – Puncak Peringatan Hari Ibu Nasional ke-91 yang berlangsung di Kota Lama Semarang justru menyulitkan puluhan ibu-ibu yang ingin menjalankan kegiatan pemberdayaan rutinnya di kawasan tersebut.

Keluhan itu diungkapkan Sudarmi (47), salah satu peserta pelatihan rias yang diselenggarakan DPD Projo Kota Semarang. Ia mengaku harus berusaha setengah mati untuk bisa masuk ke tempat pelatihannya, di Rumah Popo, Jalan Branjangan.

“Saya muter-muter nggak bisa. Jalannya ditutup semua. Padahal tempat pelatihannya juga nggak ngganggu acaranya (Peringatan Hari Ibu) lho,” ceritanya, Minggu (22/12/2019).

Hal serupa juga dikeluhkan Dewi H (43), peserta pelatihan pembuatan buket yang juga diadakan DPD Projo Kota Semarang. Dia yang datang bersama rekan-rekannya harus menunggu jemputan dari panitia agar bisa masuk ke tempat pelatihannya.

“Untung tadi dijemput panitia. Kalau nggak ya paling nggak bisa masuk,” ucap Dewi.

DPD Projo Kota Semarang memang rutin menggelar pelatihan setiap hari Minggu, sebagai bentuk pemberdayaan bagi perempuan kurang mampu yang tinggal di sekitar Kota Lama.

Ada tiga jenis pelatihan yang dijalankan dalam waktu dan tempat yang sama. Yakni pelatihan rias, pembuatan souvenir, dan pembuatan buket (bunga buatan). Pesertanya mencapai 55 orang per periode, setelah dinyatakan lulus maka diganti dengan peserta yang baru.

Namun sayangnya, untuk pertemuan minggu ini terpaksa harus terganggu dengan adanya Peringatan Hari Ibu. “Biasanya jam 15.00 udah mulai, tapi gara-gara tadi jadi molor, jam 16.30 baru mulai,” celetuk Dewi.

Dia mengaku kecewa karena di momentum Hari Ibu, puluhan ibu-ibu yang belajar berdikari malah dipersulit aksesnya. “Acara (Peringatan Hari Ibu)-nya tidak memberikah berkah bagi kami warga kecil. Mungkin yang bisa menikmati ya segelintir mereka yang berdasi,” kritiknya.

Puncak Peringatan Hari Ibu dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, istri Wakil Presiden RI Wury Ma’ruf Amin, serta banyak pejabat lainnya. (*)

 

editor : ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar