in

Gang di Kampung Gunungpati Semarang Gunakan Nama Presiden, Begini Alasannya

Ada Gang Soekarno, Soeharto, Gus Dur, Megawati, Habibie, SBY, hingga Jokowi.

Warga Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menamai gang kampung dengan nama-nama Presiden RI. (ajie mahendra/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Nama-nama pahlawan kerap menjadi pilihan untuk dijadikan nama jalan. Tapi tidak di bilangan RT 2 RW 1 Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Di wilayah yang dihuhi sekitar 65 kepala keluarga ini, nama gang atau nama jalan, menggunakan nama presiden RI.

Ada Gang Soekarno, Soeharto, Gus Dur, Megawati, Habibie, SBY, hingga Jokowi.

Pemilihan nama presiden ini bukan tanpa alasan. Apalagi, biasanya nama jalan diambil dari sosok berpengaruh yang sudah meninggal.

Perwakilan RT, Widodo menjelaskan asal usul pemberian nama presiden sebagai nama jalan di wilayahnya.

“Dulu semua gang di sini tidak ada namanya. Untuk memudahkan pengiriman paket atau apa yang dipesan warga, maka kami pikir perlu ada nama untuk masing-masing gang,” ucapnya ketika ditemui di rumahnya, Selasa (16/8/2022).

Saat berembug bareng warga terkait nama gang, muncul gagasan menggunakan nama-nama presiden.

“Ini juga untuk pengingat warga, terutama anak-anak dan remaja bahwa kita pernah punya predien dengan nama-nama itu di negara kita. Jadi tidak peduli apakah orangnya masih hidup atau sudah meninggal,” paparnya.

Bukan sekadar eforia saja, penamaan gang ini sudah resmi sebagai alamat di Kartu Tanda Pengenal (KTP).

“Alamat di KTP saya sudah pakai nama Gang Gur,” ucap Rosi, salah satu warga.

Menghias Kampung Bertema Presiden

Pada perayaan HUT ke-77 RI ini, warga memeriahkannya dengan menghias kampung.

Tema yang diangkat sesuai dengan nama gang. Ada gambar dan foto sosok presiden yang ditata rapi di gapura depan gang.

Di Gang Jokowi, misalnya. Dipajang gambar sosok Presiden Joko Widodo. Ada juga kata-kata mutiara dari Jokowi, “Jika bisa dipermudah, kenapa dipersulit. Jika bisa dipercepat, kenapa mesti diperlambat.”

Kampung tersebut makin meriah dengan ornamen-ornamen khas perayaan kemerdekaan.

Seperti deretan bendera merah putih, umbul-umbul, cat warna-warni, gratifi di tengah jalan, hingga gapura dari bambu yang telah dihias.

“Kami melihatkan warga untuk gotong royong menghias kampung. Termasuk anak-anak juga kami ajak. Dan nama-nama presiden ini menjadi pendongkrak semangat tersendiri bagi kami,” tandas warga lain, Johan Efendy. (*)

3 Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.