in

Berbusana Prakemerdekaan, Warga Gunungpati Ikuti Upacara dengan Bahasa Jawa

Ada juga tearerikal yang menggambarkan perjuangan pahlawan saat Agresi Militer Belanda II.

Aksi teaterikal Agresi Militer Belanda II usai upacara peringatan kemerdekaan RI di Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (17/8/2022). (ajie mahendra/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Upacara peringatan Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dipusatkan di Lapangan Desa Kandri, Rabu (17/8/2022).

Ribuan warga yang mengikuti upacara ini. Yang unik, para peserta menggunakan busana bertema prakemerdekaan.

Ada yang berbalut busana adat Jawa, sebagian mengenakan baju pahlawan, lengkap dengan senjatanya.

Tak hanya berbusana adat, jalannya upacara peringatan Kemerdekaan RI di Desa Kandri pun menggunakan bahasa Jawa.

Camat Gunungpati, Sabar Tri Mulyono mengaku sengaja mengajak warga untuk bebas berekspresi memilih busana saat upacara. Asal tidak menganggu kesakralan upacara bendera.

“Kami ingin mengajak warga untuk ikut larut dalam gambaran perjuangan kemerdekaan dulu,” terangnya ketika ditemui usai acara.

Teaterikal Agresi Militer Belanda II

Setelah upacara bendera, puluhan warga Kandri menyuguhkan aksi teatrikal yang mengusung tema Agresi Militer Belanda II.

Teatrikal ini menggambarkan bagaimana perjuangan para pahlawan dalam mengusir tentara Belanda yang coba kembali menguasai Indonesia.

Pertunjukan makin menarik dengan sejumlah tentara yang menaiki motor yang dimodifikasi layaknya kendaraan perang.

“Teatrikal ini memang dibuat untuk menggambarkan bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan zaman dulu demi medapatkan kemerdekaan Indonesia. Tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ucap Sabar.

Dia berharap, masyarakat sekarang yang tidak perlu mandi darah mengusir penjajah, bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

“Kita generasi yang tinggal menikmati kemerdekaan harus ingat jasa mereka (para pahlawan kemerdekaan),” tuturnya.

Ketua Pokdarwis Pandanaran Desa Wisata Kandri, Syaeful Ansori mengaku, bangga bisa menyuguhkan upacara bendera dengan bahasa Jawa serta teaterikal perjuangan pahlawan kemerdekaan.

“Warga Kandri sangat antusias dalam kegiatan ini. Banyak yang ingin terlibat,” ungkapnya.

Untuk menggodog teatrikal ini, dia mengaku butuh latihan sekitar 2-3 pekan.

“Persiapannya cukup matang. Bahkan ibu-ibu sampai ingin membuat baju khusus untuk acara ini. Antusias wara Kandri ini memang luar biasa,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.