in

Kelurahan Ngijo Semarang Gandeng Forum Anak untuk Usulkan Program di Musrenbang

Perwakilan anak dilibatkan agar usulan-usulan mereka bisa diajukan ke Musrenbang tingkat kelurahan.

Kelompok anak dilibatkan untuk menyampaikan aspirasi dalam Sang Puan yang digelar di balai Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (15/1/2022). (ajie mahendra/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) –  Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menggandeng forum anak untuk memberikan usulan program. Pasalnya, selama ini keterlibatan anak dalam perencanaan program pemerintah, dinilai masih rendah.

Lurah Ngijio, Siti Muhimatul Haliyah mengaku sengaja mengajak sejumlah anak-anak dari kelurahan setempat untuk ikut urun rembug dalam perencanaan program.

“Nanti usulan dari perwakilan anak-anak ini akan kami dorong di Musrenbang (Musyawarah Pembangunan) di tingkat kelurahan. Kami ingin anak-anak punya wadah untuk menyampaikan aspirasi,” ucapnya di sela-sela Rembug Perempuan dan Anak (Sang Puan) di balai Kelurahan Ngijio, Sabtu (15/1/2022).

Kegaitan Sang Puan di Kelurahan Ngijo ini juga menghadirkan Direktur Pendidikan Yasayan Anantaka Semarang, Tsaniatus Solihah.

Wanita yang akrab disapa Ika ini memberikan pendampingan agar usulan program dari perwakilan perempuan dan anak bisa optimal, sesuai kebutuhan dan permasalahan yang ada di Kelurahan Ngijo.

Dia melihat, kelemahan kelurahan untuk melakukan perencanaan anggaran biasanya meniru kelurahan lain.

“Padahal belum tentu kegiatan di kelurahan A, tepat dilakukan di kelurahan B,” ucapnya.

Baca Juga: Usulan Musrenbang Kelurahan Jangan ‘Copy Paste’

Ingin Wadah untuk Berkarya

Ketua Forum Anak Kecamatan Gunungpati, Imam Nugroho yang terlibat dalam Sang Puan di Ngijo mengaku sangat mengapresiasi keterlibatan anak-anak dalam praMusrenbang ini.

Dalam kesempatan itu, pelajar kelas 2 SMA 12 Semarang ini mengajukan beberapa program. Yakni terkait kecanduan bermain gadget dan fenomena anak yang mulai berani mengonsumsi rokok dan minuman beralkohol.

Selain itu, dia merasa anak-anak di Kelurahan Ngijo butuh tempat untuk berkarya. Sebuah wadah untuk mencari dan bertukar pengetahuan.

“Seperti taman baca yang bisa ditempatkan di kantor kelurahan atau kecamatan. Tempat ini dilengkapi dengan WiFi, buku, dan pendidik untuk mendampingi anak-anak,” harapnya.

Memang, lanjutnya, mencari ilmu bisa dari mana saja. Termasuk dari smartphone. “Tapi kalau ada tempat untuk berkumpul, kami bisa mencari ilmu, bersosialisasi, dan mungkin dapat teman baru,” imbuhnya.

Selain melibatkan forum anak, Sang Puan di Kelurahan Ngijo juga menggandeng forum perempuan. Dari PKK, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI), pendidik, hingga FKK.

Kaderisasi Jumantik

Sementara dari perwakilan perempuan, diusulkan mengenai program warga juga ingin ada kegiatan yang mampu melakukan kaderisasi. Terutama kader juru pemantau jentik (Jumantik).

“Salah satu permasalahan di sini (Kelurahan Ngijo), adalah kaderisasi. Sulit melakukan kaderisasi karena kader itu kan memang tidak dapat apa-apa. Padahal, jumantik itu wajib dan harus keliling mengecek jentik seminggu sekali,” papar Siti Muhimatul Haliyah.

Selain itu, warga juga ingin ada pelatihan mengisi laporan data rumah bebas jentik di aplikasi Tunggal Dara (Bersatu Menanggulangi Demam Berdarah).

“Nanti setiap usulan dari kelompok perwakilan perempuan akan kami rangkum. Usulan yang paling banyak atau permasalahannya sama, otomatis jadi prioritas dan akan kami bawa di Musrenbang kelurahan. Kalau usulan yang dari forum anak, semua akan kami angkat,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.