in

Dukung Pelaksanaan Asesmen Nasional, Tiap Sekolah Harus Punya Komputer

Ditargetkan pelaksanaan kurikulum merdeka belajar sudah bisa dicapai secara menyeluruh pada 2026.

Para guru dalam kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas diri sebagai pendidik. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pemkab Demak mendukung program asesmen nasional. Asesmen ini dilaksanakan mendasarkan kompetensi nasional utamanya untuk kelembagaan.

Untuk menunjang asesmen ini, maka diperlukan seperangkat komputer atau laptop yang harus dimiliki pihak sekolah.

Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah Dasar (SD), Suwarjo menyampaikan, asesmen nasional diperuntukkan hingga kelas 5. Sedangkan, ujian sekolah difokuskan untuk kelas 6.

Menurutnya, tujuan adanya asesmen kompetensi nasional (AKN) ini tidak menilai siswa atau anak didik. Namun, penilaian terhadap lembaga. Misalnya,  lembaga pendidikan  terkait dari sisi penerapan literasinya sudah sejauh mana dan lain sebagainya.

“Sedangkan, hasil penilaian bisa dilihat dari rapot pendidikan. Karena itu, anak-anak kelas 5 harus bisa bermain laptop,” katanya.

Menurutnya, sekolah SD sekarang harus punya fasilitas laptop atau komputer dalam rangka melancarkan pelaksanaan asesmen nasional.

Minimal tersedia 12 laptop, termasuk untuk server. Asesmen nasional dilakukan secara bertahap. Untuk itupula, sarana prasarana (sarpras) harus lengkap sebagaimana yang diharapkan.

Suwarjo menambahkan, sekolah yang belum memiliki komputer, maka harus punya. Meski demikian, guru yang terkait juga harus memiliki laptop. Atau setidaknya dapat meminjam siswa yang kebetulan sudah punya.

“Kendala lain yang biasanya terjadi adalah jaringan internet di sekolahan yang tidak bagus. Kalau tahun lalu, SD bisa gabung ikut di SMP. Sekarang diharapkan bisa berjalan secara mandiri,” katanya.

Menurutnya, ditargetkan pelaksanaan kurikulum merdeka belajar sudah bisa dicapai secara menyeluruh pada 2026. Meski demikian, yang masih menjadi kendala adalah ketersediaan buku ajarnya.

“Kalau dilihat dari capaian pembelajaran yang ada, maka guru tinggal mencari referensi sendiri. Ini bagian dari proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Adapun, tujuan akhirnya adalah anak bisa lulus Pancasila melalui penguasaan dimensi profil pelajar Pancasila yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Enam dimensi profil pelajar Pancasila tersebut adalah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Kemudian, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

“Untuk itulah, tugas pengawas seperti kita ini adalah bagaimana bisa mengawal secara penuh sekolah binaan masing-masing. Pendampingan terhadap sekolah yang diampu ini bisa memberikan petunjuk dan arahan yang tepat agar jalannya kurikulum merdeka yang dipraktikkan bisa sejalan dengan orientasi semula,” katanya.

Dia menambahkan, untuk pelaksanaan asesmen nasional dalam rangka penerapan kurikulum merdeka menjadi sebuah kewajiban bagi semua pihak, termasuk pihak sekolah untuk melengkapi sarana prasarana yang ada.

“Kelengkapan sarana prasarana dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan asesmen nasional tersebut. Dengan demikian, apa yang dijalankan sekolah selaku lembaga pendidikan bisa dipertanggungjawabkan secara baik,” jelasnya. (*)

Ajie MH.