in

Disuguji Hamparan Kebun Kopi dan Jeruk di Jollong, Turis ini Malah Terheran-heran

PATI (jatengtoday.com) – Sebanyak 10 turis dari 8 negara tampak terheran-heran ketika melancong ke Agrowisata Jollong, Pati, belum lama ini. Sebab, mereka baru kali pertama jalan-jalan di perkebunan yang berada di lereng gunung.

Marta Fafrowicz dari Polandia, misalnya. Dia kagum dengan pemandangan alam di sana. Hamparan kebun kopi, jeruk, dan buah naga di depan mata, dipadu lanskap Laut Jawa dan dua waduk besar yang bisa dilihat dari Jollong.

“Saya tinggal di lereng gunung juga di Polandia. Tapi di sana hanya ada bebatuan. Tidak ada tanaman. Ada kebun, tapi tidak di lereng seperti ini. Di sana ada kebun apel, pir, tidak ada kebun seperti ini. Di negara saya memang ada buah naga, tapi tidak ada kebunnya. Mungkin impor dari sini,” ucapnya.

Di kebun itu, Marta juga senang bisa memetik jeruk keprok sendiri, kemudian langsung memakannya. Begitu juga buah naga. Meski sering makan buah naga dan jeruk, tapi dia merasa lebih segar di lidah.

Mengenai jeruk pamelo khas Jollong, Marta juga suka. Dia baru pertama makan pamelo, buah mirip jeruk bali dengan bulir yang jauh lebih besar dari jeruk biasa.

Sementara Atabayev Parahat, turis dari Turkmenistan mengaku lebih tertarik dengan kopi Jollong. Sebab di kebun yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX itu, dia bisa melihat proses pembibitan kopi. Dari seedling, perawatan tanaman kopi, hingga panen.

“Ini pengalaman baru buat saya,” ucapnya. Dia juga memuji keindahan pemandangan yang disuguhkan di Agrowisata Jollong.

Kunjungan 10 turis ini merupakan rangkaian famtrip bertajuk Jateng on the Spot yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng. Mereka berasal dari 8 negara. Yakni Polandia, India, Turkmenistan, Kyrgyzstan, Thailand, Rusia, Brunei Darussalam, dan Tanzania. Famtrip digelar selama tiga hari, Sabtu-Senin (20-22/2019) dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Rembang, Pati, dan Kudus. (*)

editor : ricky fitriyanto