in

Dindikbud Demak Edukasi Wawasan Sejarah bagi Pelajar yang Berkunjung Museum

Koleksi unggulan Museum Glagah Wangi Demak di antaranya yakni Watu Umpak dan piring peninggalan Aryo Penangsang yang mengandung sejarah.

Pemandu Museum Glagah Wangi Demak, Ahmad Widodo menunjukkan pecahan piring peninggalan sejarah Aryo Penangsang kepada para pelajar yang berkunjung ke museum. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak turut membekali wawasan sejarah bagi pelajar yang berkunjung ke Museum Glagah Wangi Jl Sultan Fatah No 53, Kauman, Bintoro, Demak.

Salah satu pelajar dari SMP Negeri 2 Demak, Syaekila Najwa Almira mengatakan, ia bersama rekan-rekaanya sengaja datang ke Museum Glagah Wangi lantaran mendapat tugas sekolah untuk menulis sejarah dan kearifan lokal melalui tugas kelompok.

“Mata pelajaran projek, ditugasi mencari kearifan lokal Demak. Baru ke sini mau belajar,” katanya saat berkunjung ke Museum Glagah Wangi, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, UPTD Museum Dindikbud Demak melalui Pemandu Museum Glagah Wangi, Ahmad Widodo turut memperkenalkan benda-benda kuno dan cerita sejarah terkait benda-benda yang menjadi koleksi museum.

Koleksi unggulan Museum Glagah Wangi Demak di antaranya yakni Watu Umpak dan piring peninggalan Aryo Penangsang yang mengandung sejarah.

“Pecahan Piring Aryo Penangsang peninggalan sejarah terjadinya peperangan antara Jaka Tingkir dengan Aryo Penangsang, yang mana Aryo penangsang itu ingin merebut Kedaton Demak ini menjadi raja. Umpak ini kita perkirakan Keraton Demak yang ditemukan di daerah sekitar sini,” paparnya.

Widodo juga menjelaskan, bahwa Gelagah Wangi adalah museum umum yang menyajikan koleksi terkait benda-benda tanpa ada materi pengkhususan tertentu.

“Walaupun kecil ini museum umum. Kalau di Masjid Agung walaupun besar itu museum khusus. Kalau khusus itu menyajikan materinya hanya satu pokok poin sejarah Islam ada si sana, namun di sini tidak, umum,” jelasnya kepada Jatengtoday.com.

“Umum itu bisa bertambah, koleksi baru, koleksi lama itu bisa kita masukkan itu sesuai dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, para siswa-siswi yang berkunjung ke Museum Glagah Wangi Demak juuga diperkenankan untuk tanya jawab sesuai sesusi materi yang yang ingin diketahui.

Adapun untuk menjaga kelestariannya, benda-benda koleksi Museum Glagah Wangi Demak secara khusus dilakukan perawatan dan pengecekan setiap hari.

“Perawatan harian ini kita mengecek kondisinya dan lain-laian, tetap perawatan harian tetap ada,” tukas Widodo. (*)

Ajie MH.