in

Bupati Demak: Perempuan Mandiri Wajib Hukumnya

Tak ada lagi istilah perempuan hanya ‘kanca wingking’ yang hanya tahu urusan dapur, sumur, dan kasur.

Bupati Eisti'anah saat memberikan pidato pengarahan pada kegiatan Penguatan Ideologi Bangsa Pancasila dan Karakter Kebangsaan bersama ibu-ibu Muslimat dan Fatayat NU Demak. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Bupati Eisti’anah menyampaikan, di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu karena ancaman resesi pasca-pandemi, ternyata hanya UMKM yang mampu bertahan menghidupi masyarakat. Sehingga sedikit demi sedikit ekonomi lokal menggeliat, dan berujung peningkatan pendapatan masyarakat.

“Maka itu saya menyambut positif upaya pro aktif Wakil Ketua DPRD Demak dari Fraksi PKB Pak Zayinul Fata memberdayakan sekaligus peningkatan kapasitas ibu-ibu kita di Muslimat dan Fatayat NU di bidang UMKM dan perbankan. Harapannya ketika ibu-ibu ini mampu mandiri, selanjutnya dapat turut meningkatkan ekonomi keluarga,” kata bupati, pada acara Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan oleh Badan Kesbangpol Linmas Kabupaten Demak, beberapa waktu lalu.

Terlebih lagi, kini zamannya perempuan berjalan beriringan dengan laki-laki. Saatnya perempuan tampil di depan. Tak ada lagi istilah perempuan hanya ‘kanca wingking’ yang hanya tahu urusan dapur, sumur, dan kasur.

“Semoga ilmu baru yang diperoleh dalam kegiatan penguatan Ideologi kebangsaan dan peningkatan kapasita bidang ekonomi dapat segera diimplentasikan. Sehingga usaha ibu-ibu mandiri nantinya manfaat bagi keluarga khususnya dan kemaslahatan umat pada umumnya,” kata bupati.

Disebutkan, Terlepas dari wabah covid-19, dunia kini terancam isu resesi ekonomi. Sehubungan itu upaya menekan laju inflasi dilakukan. Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan penduduk, sehingga daya beli masyarakat turut terungkit.

Senada, Wakil Ketua DPRD Demak Fraksi PKB H Zayinul Fata berpendapat, fatayat mulismat bagian komponen bangsa. Maka itu penting pula bagi ibu-ibu ini mengikuti studi kebangsaan dan penguatan nilai ideologi sebagai kekuatan lahir batin,  menuju perempuan mandiri yang berdedikasi untuk keluarga.

Begitu pun kegiatan napak tilas yang menjadi penutup agenda menimba ilmu bidang UMKM dan perbankan. Disebutkan wakil rakyat dapil Bonang Wedung itu, sebagai kesempatan meneladani kegigihan para pahlawan, kiai juga ulama yang berjuang meraih kemerdekaan.

“Semoga kesempatan menimba ilmu ibu-ibu Muslimat dan Fatayat NU bermanfaat. Baik untuk keluarga juga untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya. (*)

Ajie MH.