in

Ada Tiga Hal Baru di PPDB 2022, Salah Satunya Soal Anak Yatim Piatu Karena Covid-19

Pada tahun ajaran 2022/2023 di jenjang SMA tidak ada lagi penjurusan atau kepeminatan IPA, IPS, atau Bahasa.

Sekretaris Disdikbud Jateng, Suyanta. (dokumentasi)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ada tiga hal baru yang akan diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang SMA/SMK di Jateng yang akan dimulai pada Juni 2022 nanti.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Suyanta merinci mengenai tiga hal baru di PPDB 2022.

Yakni sistem pradaftar, tidak adanya penjurusan di SMA, serta jalur afirmasi untuk anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Baca Juga: Tahapan dan Jadwal PPDB Online 2022, Ada Empat Jalur Pendaftaran

Dikatakan, PPDB 2022 jenjang SMA/SMK dilakukan secara daring pada laman ppdb.jatengprov.go.id.

Disebutkan verifikasi awal, dilakukan untuk memastikan kebenaran data calon siswa. Selain itu, tahapan tersebut memastikan protokol kesehatan. Disamping itu, pihaknya juga akan memastikan kesesuaian data calon siswa dengan dengan Dinsos, DP3A2KB, Dinkes dan sebagainya.

“Hal yang baru adalah siswa meng-upload berkas dulu tapi belum mendaftar, nanti diverifikasi oleh sekolah terdekat. Itu dilakukan supaya jangan sampai data yang dimasukkan salah. Tahun kemarin itu tidak ada,” ucapnya, Senin (30/5/2022).

Selain itu, pada tahun ajaran 2022/2023 di jenjang SMA tidak ada lagi penjurusan atau kepeminatan IPA, IPS, atau Bahasa.

Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi dari kurikulum Merdeka Belajar yang nantinya diberlakukan.

“Perbedaan ketiga adalah di jalur afirmasi. Kalau kemarin hanya untuk siswa miskin, anak tenaga kesehatan. Sekarang ada tambahan untuk anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Itu yang lainnya sama,” tandasnya. (*)

Ajie MH.