in

52 Pasar Tradisional di Semarang Bakal Terapkan e-Retribusi

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dinas Perdagangan Kota Semarang mempersiapkan pemberlakuan sistem elektronik retribusi (e-retribusi) di 52 pasar tradisional. Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah menganggarkan Rp 4 miliar dari APBD Kota Semarang.

“Saat ini sudah masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan proses lelang. Kalau sudah ada pemenang dan barangnya siap, maka segera kami laksanakan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman, Kamis (23/1/2020).

Dikatakannya, sejauh ini baru ada lima pasar yang telah menggunakan sistem e-retribusi sebagai pilot project. Masing-masing Pasar Sampangan, Pedurungan, Jatingaleh, Rasamala dan Bangetayu. “Nantinya keseluruhan ada 52 pasar tradisional menggunakan e-retribusi,” katanya.

Dengan diberlakukan sistem e-retribusi, lanjut Pravarta, secara otomatis pembayaran retribusi pedagang dengan menggunakan uang elektronik. Semua pedagang harus memiliki rekening. Pembayaran secara elektronik ini juga mengantisipasi terjadinya pungli, ataupun kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).

“Tentunya akan lebih efesien. Penarikan retribusi kepada pedagang akan lebih tertata. Juru pungut tidak lagi menarik retribusi secara manual. Pedagang tidak bertemu dengan juru pungut, maka secara otomatis retribusi tersebut langsung terakumulasi dengan menggunakan alat tapping,” terangnya.

Lebih lanjut, e-retribusi bisa memberikan kepastian penerimaan daerah. Dalam program ini, Pemkot Semarang menggandeng BNI. “Ini menjadi bagian program smart city yang mengusung konsep “kota pintar” untuk mempermudah berbagai kegiatan masyarakat,” katanya. (*)

 

editor : ricky fitriyanto