in

Pendapatan Pajak Merosot, Puncaknya Mei-Juni Paling Parah

SEMARANG (jatengtoday.com) – Selama pandemi Covid-19, pendapatan pajak di Kota Semarang merosot nyaris di seluruh sektor. Puncaknya terjadi pada Mei-Juni 2020, pendapatan pajak hotel mengalami penurunan terparah.

“Pendapatan pajak hotel dan restoran tahun 2020 mengalami penurunan sebanyak 60 persen,” kata Kabid Pajak 2 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Elly Asmara, Rabu (22/7/2020).

Pendapatan pajak hotel bulan Januari hingga Maret 2020 mencapai Rp 10 miliar. Namun pada bulan April mengalami penurunan menjadi Rp 2 miliar. “Bahkan di bulan Mei–Juni hanya menerima pemasukan pajak Rp 100 juta hingga Rp 200 juta,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan pendapatan pajak tersebut terjadi karena adanya kebijakan penundaan setoran pajak. “Hal itu sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat, termasuk para pelaku usaha, dalam menghadapi tekanan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” terangnya.

Bulan Juli, lanjut dia, merupakan terakhir penundaan pembayaran. “Jadi, nanti sekalian dirapel tanpa dikenai denda. Kami juga memahami kondisi sekarang ini akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Adapun pendapatan pajak restoran pada bulan Januari hingga Maret rata-rata mencapai Rp15 miliar. Selanjutnya pada April mengalami penurunan menjadi Rp 6 miliar. “Bulan Mei turun drastis menjadi Rp 2 miliar, namun Juni mengalami kenaikan menjadi Rp 5 miliar,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, secara overall pajak hotel dan restoran turun 60 persen selama setahun. “Harapannya di APBD Perubahan 2020 bisa ditambah lagi dari pendapatan sektor restoran,” katanya.

Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto mengklaim meski pendapatan pajak terdampak Covid-19, namun secara keseluruhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih stabil. “Tercatat realisasi pendapatan daerah Kota Semarang secara keseluruhan hingga akhir semester satu tahun anggaran 2020 telah mencapai 52 persen dari target pendapatan APBD revisi pasca Covid-19 yakni Rp 3,8 triliun,” bebernya.

Untuk pajak daerah, realisasinya Rp 742 miliar. Menurutnya, pendapatan pajak bumi dan bangunan (PBB) mendongkrak hingga akhir semester satu. “Realisasinya sudah mencapai 80 persen dari target Rp 416 miliar. Ini juga dampak positif dari adanya diskon PBB yang diberikan Pemkot Semarang sejak April lalu hingga Juni,” imbuh dia. (*)

 

editor: ricky fitriyanto