in

3 Rumah Sakit di Surakarta Tak Lagi Layani BPJS, Bagaimana di Semarang?

SEMARANG (jatengtoday.com) – Berdasarkan SK Kementerian Kesehatan Nomor HK.03.01/Menkes/768/2018 tentang Kerjasama RS dengan BPJS, sejumlah RS tak lagi menerima layanan BPJS per 1 Januari 2019.

Di BPJS Kesehatan wilayah Surakarta, ada beberapa yang putus kerjasama. Yakni RS Kustati, RS Amal Sehat Wonogiri, dan RS Amal Sehat Sragen.

Lantas, bagaimana dengan Kota Semarang?

Kepala BPJS Kesehatan KCU Semarang, Bimantoro menjelaskan, SK Kemenkes tersebut menjabarkan mengenai syarat RS bisa bekerjasama dengan asuransi milik pemerintah. Jika akreditasi RS tidak diperbarui, berarti kerjasama dengan BPJS kesehatan terpaksa diputus.

“Regulasi menyebutkan yang akan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, harus sudah terakreditasi. Kalau yang belum yang tidak bisa bekerjasama, karena aturannya seperti itu,” ujarnya, Kamis (3/1/2019).

Meski begitu, dia menyatakan RS yang ada di wilayahnya semua aman, dan terakreditasi maupun tersertifikasi. Artinya, tidak ada pengurangan jumlah RS yang melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.

“Di wilayah kita Semarang dan Demak ada 25 rumah sakit yang bekerjasama, semua aman. Semuanya sudah akreditasi dan sertifikasi,” terangnya.

Yang menjadi catatan, masih ada 3 RS di Semarang dan Demak yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Tapi itu karena RS baru. Seperti RS Siloam, kami belum tahu, apakah sudah akreditasi atau belum,” bebernya.

Pihaknya berharap, semua instansi atau pemerintah daerah yang bersangkutan bisa bekerjasama, untuk mendorong semua RS bisa bekerja sama dengan BPJS.

“Kalau ada yang tidak bekerjasama nanti masyarakat dirugikan. Jangan sampai tiba-tiba tidak melanjutkan kerjasama, nanti bisa merusak sistem rujukan berjenjang, masyarakat yang dirugikan,” ujarnya.

Dia mengaku tidak akan mempersulit kerjasama. Hanya saja, karena regulasinya dibuat langsung dari Kemenkes, dan Kemenkes yang memberikan rekomendasi untuk bisa bekerjasama dengan BPJS kesehatan. (*)

editor : ricky fitriyanto