in

Uji KIR Hanya 10 Menit, Pakai Teknologi dari Spanyol

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang saat ini menggunakan perangkat teknologi headlight tester robotic untuk melakukan uji KIR kendaraan. Dengan alat tersebut, uji KIR hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit.

Alat tersebut mampu membaca kondisi semua jenis lampu kendaraan. “Alat yang bernama headlight tester robotic ini didatangkan dari Spanyol. Alat ini dapat mengecek kondisi lampu kendaraan secara otomatis,” kata Kepala Dishub Kota Semarang, Mukhammad Khadik saat memperkenalkan alat tersebut bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-472, di Kantor Dishub Kota Semarang, Kamis (2/5/2019).

Dikatakan, perangkat tersebut memudahkan petugas dalam melakukan pengecekan lampu kendaraan saat uji KIR. “Apabila lampu tidak memenuhi syarat, maka akan muncul warna merah. Tetapi kalau kondisi lampu bagus, maka detektor mesin akan menghasilkan warna hijau,” katanya.

Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Salah satunya inovasi penggunaan perangkat teknologi ini.
Penggunaan teknologi headlight tester robotic, lanjut dia, juga dilakukan proses kalibrasi agar mendapatkan hasil pengukuran yang tepat.

“Kalibrasi peralatan pengujian atau pengukuran dalam uji KIR saat ini akan habis September mendatang. Namun sudah dipersiapkan pengajuan sertifikasi untuk kalibrasi tahun 2019 dan 2020, karena masa berlakunya satu tahun,” katanya.

Lebih lanjut, dalam uji KIR, petugas akan mengecek sembilan item untuk penandaan baik pada lampu, emisi gas buang, wiper, tekanan gas buang dan lain-lain. “Pemeriksaan item-item tersebut juga sudah menggunakan aplikasi yang hasilnya langsung tercatat di sistem server. Standar pelayanan dalam uji KIR adalah 10 menit. Itu merupakan pemeriksaan dari awal hingga akhir bisa selesai. Per hari rata-rata bisa menyelesaikan 300-400 kendaraan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga bisa memanfaatkan aplikasi milik Dishub Kota Semarang. Pendaftaran uji KIR saat ini sudah bisa dilakukan secara online. Selain itu masyarakat bisa memantau daftar antrean secara real time. “Berapa yang sudah diuji, berapa antrean yang belum diuji. Masyarakat bisa mengetahui atau memperkirakan antrean,” katanya.

Khadik mengakui, saat ini pelayanan masyarakat telah mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. “Ke depan, kami sedang merancang nantinya ada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) khusus menangani pengujian kelayakan kendaraan. Sehingga lebih mandiri dan lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto