in

Substack: Bikin Web Gratis, Bicara Bebas, Dapat Pelanggan, dan Bisa Monetize

Pernah pakai Substack? Bikin web gratis dan newsletter berbayar. Substack pakai paradigma “ekonomi pelanggan” berbeda.

(Credit: Alexei Morozov)

Lebih mudah memakai daripada menjelaskan apa itu Substack.

Substack https://substack.com

Paradigma Substack Berbeda

Substack bisa untuk buat website dan newsletter. Ini platform yang menjadi rahasia para penulis kaya. Mereka posting tulisan, buat newsletter, dan dapat subscriber berbayar.

Rahasia Penulis Kaya: Mereka Bangun Pelanggan dan Klien dengan Newsletter

Di situ saya tuliskan panduan lengkap membuat newsletter.

Substack tidak sama dengan MailChimp yang hanya berfungsi mendistribusikan newsletter kepada pelanggan. Substack, selain untuk kirim newsletter, menjadi platform penulisan mirip website.

Sebagai publisher, kamu bisa bikin website gratis di Substack. Gratis.

Fitur Substack jarang diulas, karena di dalam Substack tidak ada tutorial pemakaian. Substack bisa dipakai dengan mudah. User interface sangat ramah-pemakai, desain bagus, dan orang fokus pada content.

logo substack

Substack datang di zaman “ekonomi pelanggan” dengan paradigma berbeda. Pembuat content, kata Substack, memiliki data pelanggan mereka, selamanya. Substack tidak memanfaatkan data pembuat content.

Substack tak-terlihat, jarang ada pembicaraan tentang Substack, tidak ada artikel “Cara hasilkan $50 per hari dengan Substack”, dan tidak ada pejuang receh demi memanipulasi keinginan pembaca.

Substack tidak membuat tutorial menulis sukses (paling hanya penjelasan teknis tentang tampilan tanpa-gangguan), tidak menentukan kualitas tulisan harus seperti apa.

Substack tidak punya editor, tidak ada Publikasi (kumpulan tulisan yang syntopical, satu topik, seperti di Medium) tempat mendistribusikan claps (tepuk-tangan, semacam Like) yang menjanjikan dapat lebih banyak pembaca.

Substack bukan platform bising, sebaliknya, pikiran lebih fokus ke content.

Menulis Lebih Bebas, Konversi Tinggi

Kamu boleh pakai gambar kontroversial, tidak perlu inbound-outbound link agar pembaca percaya. Kamu boleh menulis dengan format liar. Tidak ada filter kata-kata buruk. Di Substack, kamu bebas mengatakan apa saja. Substack adalah kebebasan, menulis-kreatif, dan happy.

Konversi email tinggi, melampaui 50%. Ada laporan statistik berisi berapa view dan persentase orang yang buka tulisanmu. Gmail menandai email dari Substack sebagai content penting, tidak masuk spam.

Substack memberikan daftar email dan kamu bisa buat website di Substack. Tentu saja, mudah dicari di Google, kalau sudah bikin web di Substack.

Hebatnya, website yang kamu buat di Substack tidak ada gangguan. Tidak ada konten penulis terkenal yang dipromosikan, tidak ada praktik “mencuri pembaca saya”.

Substack lebih keren dibandingkan email tradisional, menjaga keintiman dengan pembaca karena pembaca bisa meninggalkan komentar publik atas tulisan kamu, atau hanya kirim email pribadi ke kamu. Di Substack, bulletin disebut publikasi.

Publikasi adalah Kamu Sendiri

Siapa publikasi ini? Publikasi ini adalah kamu sendiri. Publikasi adalah tempat kamu mengulas topik tertentu, misalnya: “menulis kreatif”, “mengelola kafe”, apa saja yang kamu suka.

Pembaca bebas subscribe ke publikasi yang mereka suka. Tidak harus langsung berlangganan, mereka bisa lihat-lihat dulu, sebelum ketik email untuk berlangganan.

Untuk ini, buka saja Substack kemudian pilih “Read”. Atau cari dari kotak Search, kemudian pilih newsletter yang ingin kamu baca. Klik “Let me read it first” (Biarkan saya baca-baca dulu).

Ada langganan gratis, ada yang berbayar. Terserah mau pilih mana.

Ada lagi fitur tersembunyi Substack: kamu bisa sisipkan tombol ajakan-bertindak (CTA, Call to Action). Teks di tombol bisa kamu ubah dan dapat berapa klik bisa kamu lihat di Analytics.

(Credit: TarikVision)

Monetize di Substack

Kamu bisa hasilkan uang dengan “monetize” content kamu untuk pelanggan. Intinya, Substack meminta 10% biaya dari harga berlangganan newsletter kamu, tetapi ini bisa kamu tutup dengan cara pasang iklan tersembunyi di dalam newsletter. Misalnya, kamu jual newsletter dengan harga langganan $5 per bulan, dapat 100 pelanggan, Substack minta 10% hasil. Berarti, yang $50 untuk Substack. Agar kamu dapat uang utuh $500, tutuplah biaya $50 itu dari iklan yang kamu tanam di newsletter.

Jangan iklan berat, jangan banner, dan cara-cara kasar. Gunakan bentuk advertorial atau link yang mengarah ke tautan berbayar. Misalnya: seminggu sekali, kamu share 5 link dengan deskripsi, tanamkan 1 atau 2 link yang bisa dapat bayaran. Kebanyakan penulis memakai cara ini.

Tips Berhasil di Substack

  • Konsisten. Kalau kamu sudah punya komitmen ke pembaca, akan menulis setiap hari, tulislah setiap hari. Ini sangat berat. Kalau mau mingguan, jalankan tulisan mingguan.
  • Jangan cross-posting. Orang mau bayar kalau content kamu eksklusif, tidak ada di tempat lain, bahkan tidak ada di web kamu (jika kamu punya). Benar-benar bagus, bernilai, dan hanya ada di newsletter kamu.
  • Manfaatkan kekuatan content untuk menarik pelanggan. Jangan kebanyakan pernak-pernik. Orang baca content kamu.
(Credit: fizkes)

Kelemahan Substack

Platform ini bagus, namun tidak cocok bagi penulis yang nggak kreatif.

Selalu fokus pada content yang bagus, itu andalan terbaik kamu. Jangan berhenti belajar dan teruslah menulis.

Substack belum pakai teknologi blockchain.

Kebebasan blockchain adalah keamanan blockchain. Saya tidak mau uraikan lebih panjang, mengapa web dengan teknologi blockchain lebih terpercaya.

Tidak sejalan dengan tren NFT.

Bitclout sudah pakai NFT, di mana penulis bisa ubah content mereka menjadi NFT.

Dengan NFT, content menjadi portable, bisa ditransfer, bisa berkolabrorasi dengan penulis lain, serta membagi kepemilikan. NFT bisa menjadi sumber finansial lain.

Menulis di Substack, bisa kamu eksperimen dengan membuat newsletter untuk 12 orang kawanmu, lihat reaksi mereka.

Atau kalau kamu sudah buat newsletter dari platform lain, kamu bisa switch ke Substack.

https://substack.com/switch-to-substack

Kalau newsletter kamu sudah mantap dan menurutmu layak publish, buka proses berlangganan secara terbuka. Share link newsletter kamu. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.