in

Tingkatkan Sanitasi Dasar, GN 08 Rutin Gelar Pengobatan Murah

Layanan kesehatan murah ini merupakan bagian dari program GN 08 dalam mengatasi masalah sanitasi dasar.

Ketua Umum GN 08, Agus S Winarto mengawal proses pemberian layanan kesehatan gratis di Semarang. (istimewa)
Ketua Umum GN 08, Agus S Winarto mengawal proses pemberian layanan kesehatan murah di Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Relawan Prabowo-Gibran, Garuda Nusantara 08 Indonesia Emas (GN 08) rutin mengadakan pengobatan murah sebagai upaya mengatasi masalah sanitasi dasar di masyarakat.

Pengurus GN 08, Maretha Handoyo menjelaskan, agenda terdekat GN 08 akan membuka pelayanan kesehatan dan pengobatan murah di tiga titik di Kota Semarang secara serentak pada Minggu (7/1/2024).

Titik pertama yakni pengobatan murah di Balai RW IV Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, dengan target pasien 300 orang.

Titik pengobatan murah kedua di Dukuh Pengkol RW VII, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Targetnya 375 pasien.

Titik ketiga Dukuh Krasak, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. GN 08 menargetkan pengobatan murah diikuti 315 pasien.

GN 08 sebelumnya telah menggelar pengobatan murah berbagai daerah, tak hanya di Kota Semarang tetapi juga di beberapa daerah lain di Jawa Tengah.


Bagian Program Atasi Sanitasi Dasar


Ketua Umum GN 08 Agus Suryo Winarto menyampaikan, layanan kesehatan murah ini merupakan bagian dari program GN 08 dalam mengatasi masalah sanitasi dasar.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat layanan dan fasilitas untuk menjaga kesehatan dan lingkungannya secara baik,” ujar Agus, Rabu (3/1/2023).

Menurut Agus, kondisi kesehatan masyarakat yang buruk dapat menghambat kemajuan Indonesia. Dengan meningkatkan sanitasi dasar, kesehatan masyarakat lebih terjaga, yang kemudian meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

Sanitasi dasar memiliki korelasi yang kuat dengan visi menuju “Indonesia Emas”, yakni konsep hidup yang bertujuan membuat Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar