in

Sidang Kasus BRI Purbalingga, Terdakwa Dituntut 13 hingga 15 Tahun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menjatuhkan tuntutan hukuman cukup tinggi terhadap 5 terdakwa pembobol BRI Cabang Purbalingga yang merugikan negara hingga Rp 28 miliar.

Sidang tuntutan sudah berlangsung pada pekan lalu setelah sebelumnya sempat ditunda dua kali.

Jaksa Sri Haryono menjelaskan, karena peran kelima terdakwa berbeda-beda, maka tuntutan yang dijatuhkan juga berbeda.

Namun secara umum, jaksa menilai perbuatan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam dakwaan.

Terdakwa Imam Sudrajat selaku Associate Account Officer (AAO) BRI Purbalingga dan Endah Setiorini selaku Account Officer (AO) BRI Purbalingga, masing-masing dituntut dengan pidana penjara selama 13 tahun.

“Kedua terdakwa juga dituntut pidana denda Rp 500 juta subsider 6 bulan,” jelas Jaksa Sri saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).

Baca juga: Korupsi BRI Purbalingga Rp 28 Miliar Berawal dari Payroll Debitur yang Dipalsukan

Sementara untuk tiga terdakwa lain, yakni Direktur PT Banyumas Citra Televisi Purwokerto Firdaus Vidhyawan, Direktur CV Cahaya Aang Eka Nugraha, dan Bendahara CV Cahaya Yeni Irawati, dituntut lebih berat.

Ketiga terdakwa masing-masing dituntut pidana penjara selama 15 tahun serta pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Khusus untuk terdakwa Firdaus Vidhyawan dituntut hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 24 miliar lebih.

Firdaus ini termasuk terdakwa yang mendapat hukuman paling berat karena perannya dalam kasus ini cukup besar. Meskipun begitu, ia hanya didampingi pengacara yang ditunjuk negara karena mengaku tidak mampu secara finansial.

Baca juga: Sidang Korupsi BRI Purbalingga Rp 28 Miliar, Pengacara Cecar Peran Pimpinan Cabang

Sebelumnya, jaksa mendakwa kelima terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Kasus ini bermula saat kedua terdakwa pegawai BRI menawarkan fasilitas kredit BRIGuna kepada PT Banyumas Citra Televisi dan CV Cahaya yang mana pembayaran gaji (Payroll) karyawannya telah dibayarkan melalui rekening BRI.

Setelah dilakukan perjanjian kerja sama, BRI kemudian memberi kredit BRIGuna kepada 171 orang debitur dari karyawan PT Banyumas Citra Televisi dan CV Cahaya. Belakangan diketahui, 89 orang dan 171 nama debitur tersebut bukanlah pegawai tetap kedua perusahaan itu. (*)

 

editor : ricky fitriyanto

 

in

Sidang Kasus BRI Purbalingga, Terdakwa Dituntut 13 hingga 15 Tahun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menjatuhkan tuntutan hukuman cukup tinggi terhadap 5 terdakwa pembobol BRI Cabang Purbalingga yang merugikan negara hingga Rp 28 miliar.

Sidang tuntutan sudah berlangsung pada pekan lalu setelah sebelumnya sempat ditunda dua kali.

Jaksa Sri Haryono menjelaskan, karena peran kelima terdakwa berbeda-beda, maka tuntutan yang dijatuhkan juga berbeda.

Namun secara umum, jaksa menilai perbuatan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam dakwaan.

Terdakwa Imam Sudrajat selaku Associate Account Officer (AAO) BRI Purbalingga dan Endah Setiorini selaku Account Officer (AO) BRI Purbalingga, masing-masing dituntut dengan pidana penjara selama 13 tahun.

“Kedua terdakwa juga dituntut pidana denda Rp 500 juta subsider 6 bulan,” jelas Jaksa Sri saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).

Baca juga: Korupsi BRI Purbalingga Rp 28 Miliar Berawal dari Payroll Debitur yang Dipalsukan

Sementara untuk tiga terdakwa lain, yakni Direktur PT Banyumas Citra Televisi Purwokerto Firdaus Vidhyawan, Direktur CV Cahaya Aang Eka Nugraha, dan Bendahara CV Cahaya Yeni Irawati, dituntut lebih berat.

Ketiga terdakwa masing-masing dituntut pidana penjara selama 15 tahun serta pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Khusus untuk terdakwa Firdaus Vidhyawan dituntut hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 24 miliar lebih.

Firdaus ini termasuk terdakwa yang mendapat hukuman paling berat karena perannya dalam kasus ini cukup besar. Meskipun begitu, ia hanya didampingi pengacara yang ditunjuk negara karena mengaku tidak mampu secara finansial.

Baca juga: Sidang Korupsi BRI Purbalingga Rp 28 Miliar, Pengacara Cecar Peran Pimpinan Cabang

Sebelumnya, jaksa mendakwa kelima terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Kasus ini bermula saat kedua terdakwa pegawai BRI menawarkan fasilitas kredit BRIGuna kepada PT Banyumas Citra Televisi dan CV Cahaya yang mana pembayaran gaji (Payroll) karyawannya telah dibayarkan melalui rekening BRI.

Setelah dilakukan perjanjian kerja sama, BRI kemudian memberi kredit BRIGuna kepada 171 orang debitur dari karyawan PT Banyumas Citra Televisi dan CV Cahaya. Belakangan diketahui, 89 orang dan 171 nama debitur tersebut bukanlah pegawai tetap kedua perusahaan itu. (*)

 

editor : ricky fitriyanto