in

Sedekah Laut dan Bumi di Tambaklorok Diharap Bisa Tarik Wisatawan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Tradisi Sedekah Laut dan Bumi di Kampung Bahari Tambaklorok diharap bisa menarik wisatawan. Tradisi tersebut dilangsungkan Sabtu-Senin (27-29/7/2019) dengan agenda puncak berupa larungan kepala kerbau di tengah laut.

“Kami harap dengan adanya kegiatan ini akan semakin menunjukkan eksistensi Kampung Bahari Tambaklorok. Yang nantinya juga akan menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Ketua Panitia, Imam Sucipto, Minggu (28/7/2019).

Pantauan di lokasi, di hari kedua, Sedekah Laut dan Bumi diawali dengan arak-arakan kirab budaya warga dan nelayan. Kemudian melarung sesaji hasil bumi menuju pantai dan melepas sesaji tersebut ke tengah laut menggunakan perahu.

Saat prosesi larungan, kurang lebih ada 70 perahu yang dikerahkan untuk mengantar penumpang. Masing-masing perahu memuat 10-15 penumpang.

Imam bersyukur lantaran diantara ratusan peserta larungan, ada beberapa wisatawan mancanegara yang turut serta ke tengah laut.

Dia menjelaskan, tujuan acara ini utamanya adalah sebagai bentuk syukur atas melimpahnya hasil laut dan keberkahan yang diterima warga di sekitar pesisir. Di sisi lain, juga dimaksudkan untuk nguri-uri budaya.

Sehingga, jika tradisi yang sudah berlangsung selama 5 kali ini terus dilangsungkan, maka ke depan berpotensi sebagai ciri khas Tambaklorok. Bahkan, bisa menjadi agenda unggulan di Kampung Bahari ini.

Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang Slamet Ari Nugroho menambahkan, tradisi ini merupakan kegiatan positif. Namun, dia sedikit menyayangkan lantaran keterlibatan nelayan belum dioptimalkan.

Selama ini, yang menjadi panitia utama Sedekah Laut dan Bumi adalah dari kelurahan. Pihak nelayan yang menjadi filosofi tradisi ini baru sebatas menjadi relawan. Karena itu, ke depan pihaknya ingin berkontribusi lebih.

“Apalagi ini sedekah laut yang notabene adalah hajat para nelayan. Sekarang jumlah nelayan sekitar 745-an, kalau bisa dimaksimalkan, acara ini bisa semakin besar,” tegasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto