in

Kisah Kera Goa Kreo dalam Ritual Sesaji Rewandha

SEMARANG (jatengtoday.com) – Salah satu ritual yang menjadi tradisi masyarakat di Kota Semarang adalah Sesaji Rewandha di Desa Kandri, Gunungpati, Semarang. Ritual tersebut menjadi bentuk syukur kepada Tuhan yang mengutus kera-kera penghuni dan penjaga Goa Kreo hingga saat ini.

Kera-kera tersebut memiliki misteri dan sejarah panjang yang hingga kini menjadi legenda. Sejak cerita nenek moyang, masyarakat mempercayai kera-kera Goa Kreo menjadi bagian perjalanan Sunan Kalijaga yang kala itu membawa kayu jati untuk tiang Masjid Agung Demak. Kera-kera penghuni Goa Kreo tersebut dikisahkan telah membantu perjalanan Sunan Kalijaga.

“Sesaji Rewandha yang digelar rutin setiap tahun menjadi wujud syukur masyarakat kepada Tuhan atas keajaiban tentang kera-kera di Goa Kreo tersebut,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, Selasa (16/4/2019).

Ritual tersebut juga menjadi penghormatan warga terhadap kelestarian lingkungan, termasuk keberadaan kera-kera tersebut. Masyarakat menggelar ritual secara rutin setiap tahun. “Untuk tahun ini, Ritual Sesaji Rewandha akan dilakukan pada 15 Juni 2019, atau H+3 setelah Lebaran,” katanya.

Dikatakannya, tradisi ritual tersebut telah menjadi kegiatan budaya yang menjadi destinasi. “Melalui Sesaji Rewandha, Semarang memiliki atraksi budaya yang memukau. Legenda Goa Kreo sudah ditampilkan dalam bentuk pertunjukan teater kolosal selama tiga tahun terakhir di objek wisata Goa Kreo Waduk Jatibarang,” katanya.

Pertunjukan tersebut melibatkan ratusan pemain, baik artistik, kostum, ilustrator musik tradisional, penari dan aktor. Pihaknya mengaku akan terus mempromosikan produk budaya asal Semarang tersebut. Baru-baru ini, legenda Goa Kreo tersebut juga dipentaskan di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (14/4/2019).

Dalam pertunjukan tersebut melibatkan Komunitas Jawa Tengah (KJT) dan Paguyuban Wong Semarang (Pawon Semar).

Sementara itu, Sekretaris Pawon Semar, Ida Parwati, mengatakan produk budaya asal Kota Semarang layak dipromosikan ke luar daerah, baik di tingkat nasional bahkan international. “Kami siap mempromosikan wisata Semarang ke luar daerah ataupun ke luar negeri. Terlebih banyak pengurus dan anggota Pawon Semar yang berkecimpung di organisasi sosial berlevel internasional,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis